TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Garda Muda Merah Putih (GMMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang pada Senin (24/8/2026) sore.
Aksi jilid II yang membawa jargon "Air Bersih Hak Rakyat, Bukan Kewajiban!" ini dilakukan guna menuntut pertanggungjawaban pihak PDAM atas buruknya kualitas pelayanan serta lonjakan tarif air minum yang dirasakan masyarakat.
Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sejak pukul 14.30 WIB, pengamanan ketat sudah diberlakukan di sekitar Kantor Perumda Air Minum Kota Padang.
Sebanyak lima unit mobil kepolisian tampak terparkir di halaman kantor, sementara puluhan personel kepolisian disiagakan dan tersebar di beberapa titik sekitar area gedung untuk mengantisipasi gangguan ketertiban.
Baca juga: Keluhan Warga Soal Tagihan Air di Padang, Nely: Biasa Rp65 Ribu, Malah Melonjak Rp150 Ribu
Massa unjuk rasa yang membawa atribut aksi terlihat mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.
Mereka datang rombongan dengan menggunakan satu unit mobil pikap yang dilengkapi dengan pengeras suara.
Setibanya di lokasi, massa aksi langsung membentangkan spanduk tuntutan serta menyampaikan aspirasi secara bergantian di atas mobil komando.
Mereka secara tegas menyuarakan enam poin tuntutan utama, di antaranya perbaikan signifikan layanan, penghentian pasokan air keruh, penurunan tarif atau pemotongan tagihan, pengadaan air gratis saat kondisi darurat, pencopotan direksi yang dinilai inkompeten, hingga desakan audit investigatif oleh APH dan BPK.
Baca juga: Demo Buntut Air Kotor dan Tagihan Melonjak, Massa Minta Pemotongan hingga Pecat Direksi Inkompeten
Situasi di depan kantor PDAM Kota Padang sempat memanas ketika massa aksi membakar ban bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes.
Namun, kobaran api tersebut tidak berlangsung lama.
Petugas kepolisian yang berjaga dengan cepat dan sigap memadamkan api ban tersebut sehingga situasi lalu lintas dapat kembali terkendali.
Aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh warga kota yang merasakan langsung dampak buruknya pelayanan air bersih.
Salah seorang warga daerah Andalas bernama Nely, turut hadir menyampaikan keluh kesah dan kekecewaannya terhadap pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang.
Nely mengaku sangat kaget melihat tagihan air di rumahnya yang justru melonjak drastis, padahal ia dan keluarganya sudah berusaha menghemat penggunaan air.
"Kaget, padahal udah hemat air tapi membayar malah meningkat. Kualitas air juga keruh," ujar Nely di sela-sela aksi.
Ia menambahkan, biasanya tagihan bulanan air di rumahnya hanya sekitar Rp65 ribu. Namun secara mengejutkan, tagihan tersebut membengkak hingga Rp150 ribu per bulan.
"Biasa membayar Rp 65 ribu sebulan, udah hemat makai, eh bayarnya kok malah tinggi sampai Rp 150 ribu," keluhnya dengan nada kecewa.
Selama aksi berlangsung, para peserta unjuk rasa terus mendesak dan meminta agar dipertemukan secara langsung dengan Direktur Perumda Air Minum Kota Padang untuk menyampaikan tuntutan mereka secara tatap muka.
Sayangnya, hingga massa bertahan beberapa jam, pihak direksi tidak kunjung menemui para demonstran.
Koordinator Aksi, Ferdy Ansyah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Padang karena belum berhasil membawa perwakilan direksi untuk mendengarkan langsung jeritan warga.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Kota Padang, DLH Sumbar Klaim Udara Masih Sehat
"Kami dari GMMP mohon maaf pada masyarakat Kota Padang karena hari ini masih kalah, belum bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Direktur Perumda Air Minum Kota Padang," kata Ferdy.
Ferdy mengecam sikap pimpinan Perumda Air Minum Kota Padang yang dinilainya acuh dan tidak berani menghadapi keluhan masyarakat.
"Kami sangat kecewa, dua kali melakukan aksi tidak pernah kunjung datang," tegasnya.
Melihat tidak adanya tanggapan dari pihak direksi, GMMP meminta sikap tegas dari Wali Kota Padang.
Ferdy mendesak agar Wali Kota Padang segera mengambil tindakan evaluasi total hingga pemecatan terhadap Direktur PDAM Kota Padang.
"Kami meminta agar Wali Kota Padang untuk memecat Direktur PDAM, kerja tidak becus," tegas Ferdy disela-sela penutupan aksinya.
Baca juga: Kualitas Udara Menurun di Sumbar Akibat Kabut Asap, Kadis LH Minta Warga 5 Daerah Pakai Masker
Setelah menyampaikan oratornya dan tidak mendapat kepastian pertemuan dari pihak direksi, massa aksi akhirnya memilih untuk membubarkan diri secara tertib.
Pantauan di lapangan menunjukkan massa unjuk rasa mulai meninggalkan lokasi Kantor Perumda Air Minum Kota Padang sekitar pukul 17.09 WIB.
Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi terus mengawal pembubaran massa hingga arus lalu lintas di sekitar area kantor perumda kembali normal dan kondusif.(*)