Siasat Netanyahu Picu Konflik Gaza Demi Tunda Pemilu
GH News August 24, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diduga tengah berupaya menunda pemilu parlemen yang akan digelar akhir tahun. Yakni dengan cara memicu ekskalasi konflik di Jalur Gaza.

Dugaan itu muncul dari penilaian para petinggi militer Israel. Mereka menyebutkan bahwa Netanyahu tidak ingin konflik saat ini berakhir dan mungkin akan memicu kembali eskalasi di Jalur Gaza saat pelaksanaan pemilu parlemen Israel semakin dekat.

Pernyataan itu dilaporkan oleh surat kabar Israel, , seperti dilansir , Senin (24/8/2026). Para pejabat tinggi militer Israel semakin khawatir bahwa pertimbangan politik dapat mempengaruhi keputusan mengenai tindakan militer lebih lanjut.

Mereka telah menegaskan bahwa pihak militer tidak berniat untuk terseret ke dalam konflik lainnya, tanpa adanya kebutuhan keamanan yang jelas.

"Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu," demikian penegasan para petinggi militer Israel.

Kekhawatiran semacam itu muncul di tengah perdebatan yang semakin memanas di Israel mengenai cara Netanyahu menangani berbagai front konflik, dan tuduhan dari kubu oposisi bahwa PM Israel itu memanfaatkan isu keamanan demi kepentingan politik menjelang pemilu.

Picu Konflik dengan Turki

Baru-baru ini, Netanyahu meningkatkan retorika kerasnya terhadap Turki, menyusul serangan militer Israel terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di wilayah Suriah bagian utara. Tel Aviv menuduh Ankara berniat mendirikan pangkalan militer di Suriah.

Tokoh-tokoh oposisi Israel, termasuk mantan PM Ehud Barak dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, menuduh Netanyahu dengan sengaja meningkatkan ketegangan dengan Turki demi kepentingan politik.

Para pejabat keamanan Israel juga dilaporkan telah memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi yang "tidak perlu" dengan Ankara. Mereka juga menyatakan kekhawatiran bahwa pernyataan-pernyataan publik Netanyahu dan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz dapat semakin memperparah ketegangan.

Perbedaan pendapat dengan pihak militer ini muncul di tengah situasi pemilu yang sulit bagi Netanyahu. Jajak pendapat terkini menunjukkan bahwa blok pemerintahan Netanyahu tidak akan mampu mencapai mayoritas parlemen yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Israel dijadwalkan akan menggelar pemilu parlemen pada Oktober mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.