Sekolah di China, Siswa RI Bawa Merah Putih Raih Emas Olimpiade Matematika di Hong Kong
GH News August 24, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Siswa sekolah dasar (SD) asal Indonesia, Ragnar Azhar Saddiq Lasabuda, kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Terbaru, Ragnar meraih medali emas dalam ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final 2026 yang digelar di Hong Kong, pada 21-24 Agustus 2026.

Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) merupakan kompetisi matematika internasional yang menguji lima bidang utama: logika, aritmatika atau aljabar, teori bilangan, geometri, dan kombinatorika. Pada HKIMO Final 2026, terdapat 1.100 peserta dari 18 negara yang mengikuti kompetisi tersebut. Kategorinya mulai dari tingkat TK, SD, hingga sekolah menengah.

Ragnar mengikuti kategori setingkat kelas 2 SD. Selain meraih medali emas, ia juga memperoleh dua Special Prize, yaitu Leibniz Prize setelah mendapatkan nilai sempurna (perfect score) pada bidang aritmatika dan Euler Prize setelah mendapatkan nilai sempurna pada bidang teori bilangan.

Perjuangan Ragnar Meraih Medali Emas

Ragnar Azhar Saddiq Lasabuda kembali raih medali di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final 2026.Ragnar Azhar Saddiq Lasabuda di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final 2026. Foto: Dokumen Pribadi

Tahun lalu, Ragnar juga berhasil meraih medali di ajang yang sama. Namun kali ini, menjadi pengalaman yang berbeda karena ia kini bersekolah Shenzhen School Affiliated to Sun Yat-Sen University, Shenzhen, China.

Selain masih adaptasi dengan lingkungan, Ragnar juga sempat terganggu kesehatannya saat babak penyisihan kompetisi.

"Pada pagi hari sebelum ujian, Ragnar harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan saat ujian dimulai, ia masih berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan darah," ibunda Ragnar, Syahidah, kepada detikEdu, ditulis Senin (24/8/2026).

Pihak keluarga sudah berniat melepaskan jika Ragnar tidak dapat mengikuti babak penyisihan. Namun, Ragnar tetap ingin mengikuti ujian dan akhirnya diperbolehkan mengikuti Heat Round secara daring meski terlambat. Ia mengerjakan soal-soal matematika sambil menunggu hasil pemeriksaan darah.

Hasilnya, Ragnar memperoleh medali perunggu pada babak penyisihan tersebut. Perolehan itu sekaligus membawanya melanjutkan perjuangan ke babak Final HKIMO 2026 di Hong Kong dan berhasil membawa pulang medali emas.

Kini, usai memenangkan medali, Ragnar mengatakan masih beradaptasi dengan lingkungan di China. Namun, ia mengaku merasakan keseruan karena jarak sekolah ke rumah yang dekat.

"Seru (di China), soalnya sekolahnya deket sama rumah. Kan masuknya jam 8.00, jadi kalo kita berangkatnya 7.50, nggak akan telat. Kalo berangkat jam 7.40, jalan kaki juga masih bisa," kata Ragnar sembari didampingi ibundanya.

Merasakan Perbedaan Sekolah di China dan Indonesia

Sebelumnya, Ragnar menempuh kelas 1 hingga 2 SD awal di Indonesia. Sejak 2025, Ragnar pindah dan melanjutkan sekolah di China. Ia akan memulai tahun ajaran baru sebagai siswa kelas 3 SD di China mulai September mendatang.

Saat ditanya apa bedanya sekolah di Indonesia dengan di China, Ragnar mengatakan di China lebih banyak PR.

"Kalo di China banyak PR, bahkan kadang-kadang ngerjain PR nya di sekolah. Terus dikerjain di rumah lagi. Seragamnya beda, kalo di Indonesia, biasanya ada seragam biasa dan baju olah raga. Kalo di China, seragamnya cuma 1 (jenis), tapi bisa dipake buat olahraga," imbuh siswa berusia 8 tahun tersebut.

Selain itu, Ragnar juga mengaku tengah senang beradaptasi dengan lingkungan. Ini karena di sana, ia menemukan tempat yang asyik untuk bersepeda dan datang ke museum yang unik.

"(Senang) boleh sepedaan sendiri kalo masih di Xinhu (sub-district tempat ia tinggal di Shenzhen), museumnya keren dan banyak yang unik-misalnya pas mainin piano jadi ada gelembung, terus kadang suka ada light-show dan drone-show," tuturnya.

Fahri Zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan detikcom sejak 2019. Aktif meliput isu-isu pendidikan, iklim, riset & analisis, konten seputar Gen Z serta menyukai dunia sepak bola. Kini jadi penulis buku.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.