TRIBUNJAKARTA.COM - Persib Bandung terus mematangkan persiapan menghadapi Manila Digger pada babak preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026).
Di tengah persiapan tersebut, muncul sorotan terhadap performa penyerang Persib, Ramon Tanque.
Pengamat sepak bola Ibam Hariri menilai ada persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama dari sisi mentalitas dan psikologis sang striker asal Brasil.
Menurut Ibam, persoalan yang terlihat di Persib bukan terletak pada aspek taktikal maupun kualitas tim secara keseluruhan.
Namun, ada kesenjangan ketika sejumlah pemain utama digantikan dan pemain lain masuk ke lapangan.
"Ada (kekhawatiran) jujur aja gapnya itu bukan masalah taktikal, bukan masalah kualitas overall, tapi lebih ke individu," katanya dikutip dari YouTube Edwin Setyadinata pada Minggu (23/8/2026).
Ibam kemudian secara khusus menyoroti kondisi Ramon Tanque yang dinilainya sedang berada dalam titik terendah.
"Gua ngerasa Ramon Tanque itu sedang dalam titik terendah, mentalitas sama psikologisnya, gitu. Jadi ngebuat dia serba salah di lapangan jadinya mau ngapain aja jadi susah gitu," katanya.
Menurut Ibam, kondisi mental tersebut bisa membuat Ramon kesulitan mengambil keputusan ketika berada di lapangan.
Ia bahkan menilai Ramon membutuhkan dukungan dari pihak lain untuk membantu mengembalikan kepercayaan dirinya.
"Dan, mungkin gua enggak kenal dia dan enggak ketemu, mungkin dia emang tipikal orang yang secara mental bukan orang yang petarung bisa ngebangkitin mental sendiri gitu. Ada yang gitu, ada yang enggak. Ramon ini emang perlu bantuan dari orang lain apakah dari psikologis tim atau dari siapa yang bisa mengangkat mental dirinya," jelasnya.
Ibam juga menilai Ramon akan lebih mudah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya apabila berhasil mencetak gol.
"Cuman Ramon baru bakal enjoy kalau dia sudah cetak gol," tambahnya.
Di tengah sorotan tersebut, Ramon Tanque sendiri tidak mempermasalahkan keputusan Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk menghadapi Manila Digger.
Persib sebelumnya dijadwalkan menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, venue pertandingan dipindahkan ke SJH demi memberikan waktu bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput GBLA.
Ramon justru lebih menyayangkan pertandingan tersebut harus digelar tanpa kehadiran Bobotoh akibat sanksi AFC.
"Mengenai bermain di stadion lain (SJH), saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup (tanpa penonton). Jadi, tidak akan ada suporter," ujar Ramon usai latihan, Minggu (23/8/2026).
Menurut Ramon, Bobotoh memiliki peran penting dalam memberikan energi kepada para pemain Persib.
Ramon juga berharap insiden masuknya oknum suporter pada pertandingan ACL Two musim lalu tidak kembali terjadi.
"Biarlah itu menjadi pelajaran. Bobotoh sangat penting bagi kami karena mereka adalah dukungan utama kami, selalu ada memberikan semangat. Sangat krusial, keberadaan suporter yang terus mendukung kami," jelas penyerang asal Brasil tersebut.
Meski Bobotoh tidak dapat hadir langsung, Ramon menilai Persib tidak akan kesulitan beradaptasi dengan Stadion Si Jalak Harupat.
Persib sudah beberapa kali bermain di stadion tersebut pada ajang Piala Presiden 2026.
Dalam tiga pertandingan yang dimainkan di SJH pada pramusim, Persib berhasil meraih tiga kemenangan dan melaju ke semifinal.
"Lagipula, belakangan ini kami juga selalu bermain di sana saat Piala Presiden, jadi kami sudah terbiasa bermain di stadion tersebut," tutur Ramon.
Ramon sendiri memiliki kenangan positif bersama Persib di kompetisi Asia.
Ia menjadi pencetak gol kemenangan Persib atas Bangkok United pada pertandingan terakhir fase grup ACL Two musim lalu.
Kini, Ramon kembali diharapkan menjadi salah satu pemain penting ketika Persib menghadapi Manila Digger.
Namun, sebelum pertandingan berlangsung, persoalan mentalitas yang disorot menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Ramon.
Persib membutuhkan performa terbaik seluruh pemain untuk melewati Manila Digger dan mengamankan tiket menuju babak utama ACL Two 2026/2027.