SURYA.co.id - Setiap bulan, umat Islam berkesempatan menjalankan ibadah puasa sunnah selama tiga hari yang disebut Puasa Ayyamul Bidh.
Dalam kalender Hijriyah, Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15. Puasa sunnah ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW.
Pada Agustus 2026, Puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan 26, 27, dan 28 Agustus 2026, dengan rincian sebagai berikut:
Dalam buku Sehat Ala Rasulullah karya Muyassaroh menyebutkan hadis tentang keutamaan puasa Ayyamul Bidh, sebagai puasa sunnah sangat dianjurkan Rasulullah. Abu Hurairah berkata,
"Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan salat Duha, [3] mengerjakan salat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari)
Meskipun begitu, Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah, sehingga tidak wajib dilakukan.
Jika tidak bisa mengerjakannya selama tiga hari, seseorang tetap dapat menjalankan puasa sunnah tersebut sesuai kemampuan.
1.Berniat puasa
Niat dilakukan pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Untuk puasa sunnah, niat juga dapat dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
2. Makan sahur
Sahur dilakukan sebelum waktu Subuh. Sahur merupakan sunnah dan membantu menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.
3. Menjalankan puasa sejak terbit fajar
Setelah masuk waktu Subuh, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.
4. Berbuka saat Magrib
Puasa Ayyamul Bidh diakhiri ketika masuk waktu Magrib. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil-bīdhi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala.”
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh-zhama'u wabtallatil-'uruuqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala, insya Allah.”