TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Rencana aksi besar yang akan digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan DPR RI pada Kamis (27/8/2026) mulai mendapat berbagai hambatan.
Yang paling menjadi sorotan yakni diblokirnya rekening senilai Rp 80 juta milik Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok.
Botok mengatakan, pemblokiran rekening itu terjadi pada Sabtu (22/8/2026).
Tak hanya rekening, Botok menyebut akun TikTok hingga WhatsApp miliknya juga hilang mendadak.
"Tanggal 22 jam 11.00 siang itu akun TikTok saya diblokir. Setelah itu jam 13.00 rekening saya diblokir, terus jam 03.00 pagi WA saya hilang," terangnya ditemui di depan DPR RI, Senin (24/8/2026).
Botok menjelaskan uang Rp 80 juta di rekeningnya itu akan digunakan untuk keperluan aksi besar AMPB yang bakal digelar pada Kamis (27/8/2026), utamanya untuk sewa bus.
"Itu kan tidak hanya donasi, itu uang saya pribadi dan donasi dari kawan-kawan saya. Rencana untuk bayar sewa bus.
Soalnya bus di Pati itu kan Pati-Jakarta sekitar Rp 12 juta ya," ujar Botok.
Namun selain rekening yang diblokir, armada bus yang sudah dipesan dan diberi uang muka mendadak membatalkan pesanan secara sepihak.
Ia menduga pembatalan tersebut disinyalir terjadi lantaran adanya tekanan dari pihak luar.
"Dan informasi terakhir hari ini, ternyata bus yang sudah di-DP sama kami dibatalkan semua karena mendapat intervensi dari pihak kepolisian," tegasnya.
Perjuangan rombongan warga Pati menuju Jakarta kian berat.
Saat melintas di kawasan Tol Karawang, Jawa Barat pada Senin siang, bus yang ditumpangi rombongan menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK).
"Ini perjalanan dari Pati ke Jakarta sampai tol Karawang ada jembatan ya, ada dua orang pakai masker pakai jaket, kita dilempar pakai batu bata," kata Botok.
Akibat insiden tersebut, kaca bagian depan bus mengalami retak dan pecah.
Tiga orang penumpang dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca.
"Ya alhamdulillah hanya luka-luka ringan ya, sekitar tiga orang termasuk saya karena serpihan kaca," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan apakah serangan tersebut merupakan bentuk intimidasi menjelang aksi demonstrasi di Jakarta, Botok menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.
"Ya kira-kira ya seperti itulah. Nanti masyarakatlah yang menilai," tuturnya.
Baca juga: Botok Buka Suara soal Audiensi Warga Pati dengan DPR, AMPB: Mereka Bukan Kelompok Kami
Baca juga: Polemik Kiswinar dan Wamenhaj Dahnil Anzar Memanas, Muncul Sentilan: Jangan Sok Keras Jadi Bawahan
Baca juga: Panas Ekstrem di Jakarta, Api Mengamuk Bakar Lahan Penuh Alang-alang dekat Depo Kontainer Rorotan