Antisipasi Kebakaran, Dinas Damkar Minahasa Butuh Tambahan Mobil Pemadam dan Suplai Air
Frandi Piring August 25, 2026 01:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) makin intens terjadi.

Belakangan membuat armada mobil pemadam kebakaran harus diperbanyak.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa saat ini memiliki enam kendaraan pemadam kebakaran yang aktif, juga satu mobil suplai.

"Tahun ini kami usulkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran," jelas Sekretaris Dinas Damkar Minahasa John Pantow, Senin, 24 Agustus 2026.

Usulan dilakukan sebab ada beberapa mobil damkar yang sedang dalam perbaikan.

"Ada yang mesinnya rusak. Ada juga yang tengkinya juga sudah bocor," jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya ada mobil damkar yang ditempatkan di pos pembantu seperti di Pineleng dan Langowan, namun mobil untuk sementara ditarik lantaran ada yang rusak.

Adanya pos pembantu supaya mobil damkar yang ditempatkan di situ agar bisa menjangkau lebih cepat jika terjadi kebakaran.

"Nanti akan disusul dari pos utama jika diperlukan, terpenting penanganan cepat. Tapi karena ini kendaraan ditarik, jadi penanganan langsung dari pos utama," kata dia.

Selaim mobil Damkar, dibutuhkan juga tambahan mobil suplai air, minimal ada dua yang nantinya bolak balik suplai air ke kendaraan Damkar.

"Sebenarnya untuk kebutuhan, satu mobil Damkar, satu kendaraan suplai air, supaya kendaraan Damkar tak perlu bolak balik ambil air," kata dia.

Mobil-mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa.1
MOBIL DAMKAR - Mobil-mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa kini butuh tambahan mobil pemadam dan suplai air.

52 Kasus Kebakaran sejak awal Agustus 2026

Kebakaran semakin intens terjadi di Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa mencatat sejak awal Agustus hingga sekarang sudah terjadi 52 kali kebakaran.

Termasuk di antaranya ada 2 kali kebakaran gedung.

"Satu hari itu bisa lebih dari sekali kebakaran, kadang dua atau tiga kali kebakaran, namun paling banyak adalah kebakaran lahan," jelas John Pantouw Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa, Jumat 21 Agustus 2026.

Kejadian paling besar adalah kebakaran TPA Kulo, di Tondano Utara Minahasa.

TPA ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat kota.

"Kebakaran di TPA Kulo itu terjadi sejak 17 Agustus, dan baru padam 19 Agustus 2026, hari ini terjadi kebakaran lagi di TPA Kulo," ujarnya.

Untuk TPA Kulo mereka menerjunkan seluruh armada yang ada, tidak bisa ditangani kalau hanya satu atau dua armada saja.

Pada Rabu 19 Agustus juga terjadi kebakaran di empat titik sekaligus.

Peran penting pemerintah desa dan masyarakat juga sangat membantu tugas pemadam kebakaran.

"Biasanya kalau bisa ditangani oleh masyarakat, kami hanya stand by saja. Tapi biasa masyarakat sudah tidak sanggup, kami harus terjun ke sana," katanya.

Mobil pemadam kebakaran yang aktif saat ini ada 6 unit, dengan total 75 orang personil yang aktif di lapangan.

Bergantian melakukan tugas pemadaman api yang semakin intens belakangan. (amg)

KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran Minahasa lakukan pemadaman api di TPA Kulo dan kebakaran lahan di Rumengkor. Kebakaran lahan makin sering terjadi.
KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran Minahasa lakukan pemadaman api di TPA Kulo dan kebakaran lahan di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulut. (Damkar Minahasa)

Baca juga: 4 Kasus Kebakaran di Minahasa dalam Sepekan, Dari Lahan hingga Rumah Semi Permanen

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.