WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kecelakaan melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Angke-Manggarai dan taksi listrik Green SM terjadi di perlintasan kereta api Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026) malam.
Taksi listrik bernomor polisi B 1341 SBX itu tertemper KRL yang sedang melaju dari arah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet.
Benturan tersebut menyebabkan tiga orang di dalam taksi mengalami luka. Mereka terdiri atas seorang pengemudi dan dua penumpang.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Arry S. Utomo membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
"Korban penumpang dua pengemudi satu," kata Arry saat dikonfirmasi.
Ketiga korban kemudian dievakuasi ke RS Mintohardjo untuk mendapatkan penanganan medis.
"Dibawa ke RS Mintohardjo. Korban jiwa nihil," ujar Arry.
Taksi Melaju dari Utara ke Selatan
Arry menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, taksi listrik tersebut tengah melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan KH Mas Mansyur.
Saat melintas di perlintasan kereta, mobil itu kemudian tertemper KRL yang bergerak dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet.
"Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban luka," kata Arry.
Sampai saat ini, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Tim kecelakaan lalu lintas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh.
"Dalam penyelidikan Tim Laka," ujar Arry.
Baca juga: Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
Perjalanan KRL Sempat Terganggu
Insiden tersebut juga sempat mengganggu perjalanan Commuter Line.
KAI Commuter melalui akun X resminya, @CommuterLine, menyampaikan bahwa perjalanan KA 5744B relasi Angke-Manggarai mengalami keterlambatan setelah tertemper mobil di antara Stasiun Tanah Abang dan Karet.
"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line pada KA 5744B relasi Angke–Manggarai akibat tertemper mobil di antara Stasiun Tanah Abang - Karet," tulis KAI Commuter.
Petugas kemudian melakukan proses evakuasi terhadap kendaraan dan penanganan di lokasi.
Selama proses tersebut, sejumlah perjalanan commuter line sempat terdampak.
Evakuasi dilaporkan selesai pada sekitar pukul 21.21 WIB, sehingga perjalanan KRL kembali dapat dilayani secara normal.
Kendati demikian, kepadatan di lintas masih dalam proses penguraian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlintasan kereta api merupakan titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari setiap pengguna jalan, terlebih ketika kereta sedang melintas.