TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) Papua Barat langsung bergerak cepat setelah kepengurusan baru resmi terbentuk.
Ketua Pengprov IBCA MMA Papua Barat, Wendy Adrian Kristiandi Ratag, menegaskan dirinya bersama jajaran pengurus siap memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet MMA di seluruh wilayah Papua Barat.
Wendy menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin IBCA MMA Papua Barat.
Ia juga mengapresiasi dukungan keluarga yang tetap memberi semangat, meski sempat menolak dirinya aktif dalam organisasi.
“Kita akan siap gas di Papua Barat. Kita akan segera roadshow ke pengkab-pengkab, semua harus mempersiapkan,” ujar Wendy, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Muaythai Papua Barat Perkuat Organisasi dan Pembinaan Atlet lewat Musprovlub
Menurut Wendy, konsolidasi dengan pengurus di tingkat kabupaten dan kota menjadi langkah awal yang harus segera dilakukan.
Hal ini penting agar pembinaan atlet MMA tidak hanya terpusat di Manokwari, tetapi berkembang merata di berbagai daerah.
Ia optimis IBCA MMA Papua Barat dapat maju dengan dukungan pengurus, pemerintah, KONI, masyarakat, serta seluruh pihak yang peduli terhadap olahraga bela diri.
Wendy juga membuka diri terhadap kritik dan masukan demi membangun organisasi yang sehat dan berprestasi.
“Kami meminta bimbingan, masukan, dan kritik dari pemerintah, KONI maupun semua pihak. Kami ingin organisasi ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan prestasi bagi Papua Barat,” katanya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IBCA MMA, Maraden Lumbantoruan, menilai Papua Barat memiliki potensi besar melahirkan atlet MMA berprestasi.
Menurutnya, atlet Papua unggul dari sisi fisik, stamina, dan postur tubuh, namun keunggulan itu harus diimbangi dengan penguasaan teknik serta latihan terarah.
Baca juga: Atlet PASI Papua Barat Raih Prestasi di Jateng Open, Yohanis Momot: Bekal Menuju PON 2028
Pengurus pusat, kata Maraden, siap mendukung IBCA MMA Papua Barat melalui pengiriman pelatih maupun tenaga ahli untuk meningkatkan kualitas atlet.
“Yang penting sekarang kita kejar. Saya ingin anak-anak Papua Barat ini sampai ke internasional,” tegas Maraden.
Ia mendorong pengurus Papua Barat segera menyiapkan atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk peluang tampil pada kejuaraan dunia di Georgia, November mendatang.
Selain atlet, IBCA MMA Papua Barat juga diminta menyiapkan sumber daya manusia pendukung seperti pelatih, wasit, dan juri melalui program pelatihan serta penataran.
Maraden berharap perkembangan MMA di Papua Barat tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda.
Dengan pembinaan terarah, MMA diharapkan mampu menjadi ruang bagi anak-anak muda Papua Barat untuk menyalurkan bakat, membangun prestasi, dan menjauhkan diri dari aktivitas yang merusak masa depan.