Papua Tengah Siagakan Pasukan Gabungan Hadapi Karhutla dan Kekeringan Akibat El Nino
Marius Frisson Yewun August 25, 2026 11:17 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Wilayah Provinsi Papua Tengah diselimuti kabut asap tebal selama hampir sepekan terakhir akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar saat musim kemarau. Selain kabut asap, kekeringan mulai meluas di sejumlah titik, termasuk Kabupaten Nabire.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama TNI dan Polri menggelar Apel Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIT.

Apel dipimpin oleh Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav Robby Urbinas.

Baca juga: Cegah Gelombang ISPA Akibat Karhutla, Puskesmas di Fakfak Ajukan Tambahan Masker

Gustav menyatakan bahwa apel ini bertujuan memeriksa kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektoral agar potensi Karhutla dapat ditangani secara cepat dan terpadu.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di Papua Tengah berlangsung sejak Juni dan diperparah oleh fenomena El Nino, dengan puncak kemarau pada Agustus hingga September 2026. Kemarau panjang ini menurunkan curah hujan dan ketersediaan air, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan, perkebunan, dan lahan pertanian.

"Jika tidak diantisipasi, karhutla memicu kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, serta kerugian sosial dan ekonomi. Fokus utama kita adalah pencegahan, bukan hanya pemadaman," tegas Gustav.

Baca juga: Imbas Kemarau Manokwari, TNI Alih Fungsikan Mobil Damkar untuk Pasokan Air Warga

Ia memberikan tujuh penekanan utama bagi seluruh personel:

1.    Mengedepankan sosialisasi dan edukasi larangan membakar lahan kepada masyarakat.

2.    Memantau wilayah rawan berdasarkan data riwayat kebakaran.

3.    Meningkatkan deteksi dini dan patroli terpadu untuk memadamkan titik api sebelum meluas.

4.    Memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemda, pelaku usaha, dan masyarakat.

5.    Memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana.

Baca juga: Gelar Aksi Spontan, ASN Manokwari Himpun Dana untuk Korban Gempa Flores

6.    Bekerja secara profesional, responsif, humanis, dan mengutamakan keselamatan.

7.    Menindak tegas pelaku pembakaran hutan, baik yang disengaja maupun akibat lalai.

Gustav mengajak seluruh pihak menjadikan kesiapsiagaan sebagai prioritas bersama untuk menjaga lingkungan dan kehidupan masyarakat Papua Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.