Tribunlampung.co.id, Kuala Lumpur - Waktu menunjukkan pukul 15.50 Waktu Kuala Lumpur, atau pukul 14.50 Wib, ketika pesawat Airbus 320 milik maskapai TransNusa mendarat di Terminal Satu Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA), Senin 24 Agustus 2026. Satu per satu penumpang tampak mulai meninggalkan pesawat yang telah mengudara selama 1 jam 40 menit, setelah lepas landas dari Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Inaugural flight atau penerbangan perdana tersebut menjadi penanda rute internasional pertama dari Lampung, resmi beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung, Bambang Sumbogo mengungkapkan, pembukaan rute Lampung-Kuala Lumpur merupakan tindak lanjut setelah Bandara Radin Inten II kembali dinaikkan statusnya menjadi bandara internasional pada 2025. Perubahan status bandara tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KM 37 Tahun 2025.
Bandara Radin Inten II sebelumnya pernah ditetapkan sebagai bandara internasional berdasarkan Keputusan Menhub Nomor KP 2044 Tahun 2018, terhitung mulai 18 Desember 2018. Namun hampir enam tahun kemudian, tepatnya pada 2 April 2024, status Bandara Radin Inten II sempat diturunkan menjadi bandara domestik. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menhub Nomor 31 Tahun 2024.
“Karena pandemi Covid-19, aktivitas penerbangan di Lampung sempat menurun dan status Bandara Radin Inten II sempat diturunkan dari internasional menjadi domestik. Namun berdasarkan Keputusan Menhub Nomor 37, status Bandara Radin Inten II dinaikkan kembali menjadi bandara internasional. Dan, Lampung-Kuala Lumpur menjadi rute internasional perdana yang dilayani,” kata Bambang dalam acara TransNusa Inaugural Flight Lampung-Kuala Lumpur Ceremony di Terminal Satu KLIA, Senin.
Selain Bambang, acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar; Deputy Director General (Promotion II) of Tourism Malaysia, Lee Thai Hung; Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto; serta Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis.
Menggunakan pesawat tipe Comac C909 berkapasitas 94 penumpang, TransNusa melayani rute Lampung-Kuala Lumpur dengan harga tiket Rp 1.599.000 untuk sekali jalan. Adapun, frekuensi penerbangan sebanyak satu kali dalam sehari. Dari Lampung menuju Kuala Lumpur, pesawat berangkat pukul 11.40 Wib dan tiba pukul 14.25 waktu Kuala Lumpur. Sementara dari Kuala Lumpur menuju Lampung, pesawat lepas landas pukul 15.00 waktu Kuala Lumpur dan mendarat pukul 15.45 Wib.
Datuk Bernard Francis menuturkan, pihaknya optimistis load faktor atau tingkat keterisian mencapai 70 persen dan akan semakin meningkat dalam tiga bulan ke depan. Hal itu lantaran kedua wilayah, yaitu Lampung dan Kuala Lumpur serta beberapa kota di Malaysia, memiliki keterkaitan yang bisa saling melengkapi.
“Lampung memiliki banyak tempat wisata yang indah. Masyarakat Malaysia bisa berwisata ke Lampung, dan sebaliknya. Termasuk, banyak pekerja asal Lampung yang bekerja di Malaysia. Ada juga sektor makanan halal yang bisa saling bekerja sama antara pengusaha Lampung dan Malaysia. Konektivitas itu yang akan dihubungkan TransNusa,” kata Bernard.
Dalam melayani penerbangan rute Lampung-Kuala Lumpur, TransNusa memberikan sejumlah fasilitas kepada penumpang, yaitu bagasi gratis hingga 20 kilogram (kg), kursi ekstra legroom, serta diskon 10 persen untuk tiket anak. “Saya yakin ke depan, frekuensi penerbangan Lampung-Kuala Lumpur bisa dua sampai tiga kali dalam sehari,” ungkap Bernard.
Pembukaan rute penerbangan internasional berimbas pada perubahan tata letak terminal Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Di lantai satu, Logo TransNusa kini meramaikan konter check in bersama sejumlah maskapai yang telah ada.
Di lantai dua, setelah menaiki tangga berjalan atau eskalator, calon penumpang sekarang akan dihadapkan dua security check point (SCP), yang sebelumnya hanya ada satu. Ke arah kanan, SCP untuk penerbangan domestik, yang tadinya berada di kiri eskalator. Adapun kini di arah kiri, ada SCP imigrasi yang merupakan bagian dari CIQ (customs, imigration, and quarantine), sebagai syarat penerbangan internasional.
Setelah melalui SCP, penumpang akan masuk ke ruang tunggu sebelum menaiki pesawat. Di lantai dua Bandara Radin Inten II, terdapat tiga gerbang atau gate menuju pesawat. Dari utara ke selatan, susunan gate terdiri dari Gate 1, Gate 2, dan Gate 3. Sebelumnya, ketiga gate tersebut untuk melayani penerbangan domestik. Dan ketiga gate tersebut, seluruhnya terhubung dari ruang tunggu.
Pemandangan berganti saat bandara melayani penerbangan internasional. Penumpang penerbangan internasional akan melalui Gate 3. Sementara Gate 1 dan Gate 2 untuk penerbangan domestik. Adapun ruang tunggu Gate 1 dan Gate 2 tetap terhubung. Sementara ruang tunggu Gate 3 telah tersekat dengan ruang tunggu untuk dua gate yang lain.
Maskapai TransNusa telah memperoleh Air Operator Certificate (AOC) pada 9 September 2022. Maskapai tersebut mulai beroperasi pada Oktober 2022. Dan pada 2023, TransNusa mulai mengoperasikan penerbangan internasional perdana mereka.
Rute Lampung-Kuala Lumpur menjadi rute ke-25 yang dilayani TransNusa. Selang beberapa jam sebelum penerbangan Lampung-Kuala Lumpur, TransNusa juga memulai melayani rute ke-24, yaitu Lampung-Jakarta.
Frekuensi rute Lampung-Jakarta berlangsung tiga kali dalam sehari. Penerbangan dari Jakarta menuju Lampung terjadwal pukul 07.10 Wib dan tiba pukul 08.00 Wib, pukul 10.10 Wib dan tiba pukul 10.55 Wib, serta pukul 17.50 Wib, dan tiba pukul 18.35 Wib. Adapun sebaliknya dari Lampung ke Jakarta, jadwal keberangkat masing-masing pada pukul 08.55 Wib-pukul 09.40 Wib, pukul 16.35 Wib-pukul 17.20 Wib, dan pukul 19.05 Wib-pukul 19.50 Wib.
Sebelum pembukaan kedua rute dari Lampung tersebut, TransNusa telah melayani 11 rute domestik dan 12 rute internasional. Ke-11 rute domestik terdiri dari empat rute dari dan menuju Jakarta, yaitu Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Singkawang, dan Jakarta-Lombok. Selanjutnya, lima rute dari dan menuju Denpasar, yakni Denpasar-Ambon, Denpasar-Lombok, Denpasar-Bima, Denpasar-Waingapu, dan Denpasar-Wakatobi. Sementara, dua rute lainnya adalah Manado-Sorong dan Sorong-Timika.
Untuk rute internasional, TransNusa memiliki rute ke lima negara. Hal itu mulai dari Jakarta-Singapura dan Denpasar Singapura. Kemudian dari dan menuju Malaysia, yakni Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta Subang, dan Jakarta-Penang. Berikutnya dari dan menuju Tiongkok, TransNusa melayani sebanyak lima rute, yaitu Jakarta-Guangzhou, Denpasar-Guangzhou, Manado-Guangzhou, Manado-Shenzhen, dan Denpasar-Shenzen. Adapun, dua rute lainny adalah Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Perth. (rid)