Kesaksian Warga Tabolang Mateng: Buaya Bukan Sekali Muncul di Lokasi Bocah Diterkam
Nurhadi Hasbi August 25, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Sarifuddin, warga Desa Tabolang, mengungkapkan bahwa lokasi bocah berinisial R (12) diterkam buaya di Sungai Budong-budong memang kerap menjadi tempat kemunculan buaya dengan ukuran berbeda-beda.

Hal itu ia sampaikan saat ditemui di lokasi kejadian, Dusun Tangkou, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Selasa (25/8/2026).

Sarifuddin mengaku sering melihat langsung keberadaan buaya di sungai tersebut karena dirinya juga merupakan petugas layanan air bersih di Desa Tabolang.

Baca juga: Akibat Tak Ada Lampu Motor, Pelajar di Pasangkayu Tabrak Emak-emak

Baca juga: Bocah Diterkam Buaya di Mamuju Tengah, Tetua Adat Gelar Ritual Lepas Ayam Jantan Putih

"Biasanya ketika pipa saya rusak dan saya perbaiki, kadang saya melihat ke bawah sungai ada penampakan buaya," ujarnya.

Ia menambahkan, buaya yang terlihat tidak hanya satu ekor, melainkan memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Sarifuddin juga menyampaikan, sejak kondisi kemarau melanda dua bulan terakhir, aktivitas masyarakat di sungai cukup tinggi.

Warga memanfaatkan aliran Sungai Budong-budong untuk mandi, mencuci, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari lainnya, seperti mengambil air menggunakan galon.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya sumber air bersih alternatif pada musim kemarau. Warga terpaksa tetap beraktivitas di sungai meskipun menyadari adanya bahaya buaya.

Pencarian Korban Masih Dilakukan

Tim SAR gabungan bersama warga terus melakukan pencarian.

Sebelumnya, warga bersama tim gabungan berhasil menangkap seekor buaya berukuran sekitar 3 meter yang diduga pelaku penerkaman pada Senin malam (24/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Selain upaya pencarian fisik, Tobara atau tetua adat masyarakat Budong-budong juga telah memimpin ritual pelepasan ayam jantan putih di lokasi kejadian sebagai ikhtiar spiritual agar korban segera ditemukan.

Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sungai, terutama pada sore hingga malam hari, mengingat kemunculan buaya yang cukup sering di wilayah tersebut.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.