Kupang (ANTARA) - Komunitas 98 Resolutions Network menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan uang tunai senilai hampir Rp1 miliar kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
David Herson salah satu anggota 98 Resolutions Network dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas 98 Resolutions Network terhadap masyarakat NTT yang mengalami musibah bencana gempa bumi.
“Duka NTT adalah duka kita bersama. Ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus hadir, bergandengan tangan, dan memberikan bantuan semampu kita," katanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan panggilan kemanusiaan sekaligus wujud persaudaraan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
"Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesedihan yang dirasakan masyarakat terdampak, tetapi diharapkan mampu meringankan beban dan memberikan semangat kepada korban untuk kembali bangkit," ujarnya.
David menjelaskan nilai bantuan yang hampir mencapai Rp1 miliar tersebut merupakan hasil dari semangat kebersamaan dan kepedulian anggota 98 Resolutions Network.
Menurut dia, besarnya bantuan bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam aksi kemanusiaan, tetapi yang lebih penting adalah memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memberikan manfaat nyata.
"Bantuan ini mungkin tidak bisa menghapus seluruh kesedihan yang mereka rasakan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan memberikan semangat agar mereka kembali bangkit," ujarnya.
Ia mengatakan bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan uang donasi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak selama proses pemulihan pascabencana.
98 Resolutions Network berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat dan pemulihan akibat gempa bumi.
Selain bantuan materi, aksi tersebut diharapkan menjadi penguatan moral bagi masyarakat terdampak bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi bencana.
"Ketika masyarakat di satu daerah mengalami musibah, masyarakat dari daerah lain pun memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, memberikan dukungan, dan membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki," kata David.
Ia menegaskan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kemanusiaan perlu terus dijaga agar masyarakat terdampak bencana dapat bangkit dan menata kembali kehidupannya.





