TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Papua Barat mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Fakfak per 31 Juli 2026 telah meluas hingga 2.171,35 hektare.
Fakfak disebut sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi dibanding kabupaten lain di Papua Barat.
Hal itu disampaikan Kepala Dishut Papua Barat, Jimmy Walter Susanto, melalui rilis resmi di Manokwari, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan data Aplikasi SiPongi+ Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan, total luasan karhutla di Papua Barat sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 2.496,39 hektare.
“Tren karhutla tahun 2026 meningkat dibanding 2025 yang hanya 1.228,71 hektare. Hampir 87 persen karhutla Papua Barat berada di Kabupaten Fakfak,” ujar Jimmy dalam rapat pembentukan satuan tugas (Satgas) penanganan karhutla, di Manokwari, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Karhutla Meluas di Papua Barat, Panah Papua Minta Pemerintah Bentuk Satgas Khusus
Sebaran Karhutla Papua Barat
Selain Fakfak, karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lain:
Data terbaru per 23 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 373 titik api yang tersebar di tujuh kabupaten, termasuk Teluk Wondama dan Kaimana.
Karhutla paling banyak terjadi di areal penggunaan lain (APL) seluas 1.558,53 hektare, disusul hutan produksi 363,70 hektare, hutan produksi konversi 229,25 hektare, hutan lindung 36,51 hektare, dan hutan produksi terbatas 308,40 hektare.
Baca juga: Polda Papua Barat Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla
Langkah Pemerintah dan Aparat
Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 100.3.4.1 tertanggal 26 Juli 2026 tentang kesiapsiagaan karhutla dan antisipasi potensi El Nino.
Satgas penanganan karhutla yang melibatkan TNI, Polri, dan instansi terkait kini aktif melakukan patroli serta pemadaman di sejumlah titik.
“Tim kami sudah melakukan patroli, termasuk pemadaman api di Manokwari Selatan dan Fakfak,” jelas Jimmy.
Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menegaskan kendaraan pemadam bantuan Kementerian Pertahanan telah disiapkan.
Personel TNI bersama kepolisian dan pemerintah daerah bersiaga mengidentifikasi titik api agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami mengimbau masyarakat Fakfak tidak membuka kebun dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan,” tegas Christian.