Gempa Vulkanik Gunung Burni Telong Menurun, Status Tetap Waspada
Budi Fatria August 25, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com, Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat penurunan frekuensi gempa vulkanik dalam (VA) di Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, selama periode pengamatan 1–15 Agustus 2026.

Meski intensitas kegempaan melandai, status gunung api dengan ketinggian 2.617 mdpl yang terletak di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, ini dipastikan tetap berada pada Level II (Waspada).

Gunung Burni Telong merupakan salah satu gunung api aktif di Aceh yang tercatat pernah meletus sebanyak lima kali, yakni pada tahun 1837, 1839, 1856, 1919, dan 1924.

Berdasarkan pengukuran melalui citra satelit, jarak dari puncak Gunung Burni Telong ke Kantor Bupati Bener Meriah tercatat kurang lebih 8,6 kilometer, sementara jarak ke Bandara Rembele hanya sekitar 5,8 kilometer.

Bandara Rembele sendiri merupakan satu-satunya akses udara di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Peran fasilitas ini terbukti sangat penting, seperti saat bencana hidrometeorologi dan tanah longsor melanda wilayah Aceh pada akhir tahun 2025, bandara ini menjadi satu-satunya jalur vital penghubung udara utama bagi kedua kabupaten tersebut.

Berdasarkan laporan evaluasi berkala PVMBG yang diterima TribunGayo.com, Selasa (25/8/2026), jumlah gempa vulkanik dalam (VA) Gunung Burni Telong tercatat sebanyak 35 kali atau rata-rata 2 kejadian per hari selama periode 1–15 Agustus 2026. 

Angka ini menurun signifikan dibandingkan periode 16–31 Juli 2026 yang mencatat 66 kali gempa VA (rata-rata 4 kejadian per hari).

Baca juga: Status Waspada Gunung Burni Telong Bertahan, Jalur Pendakian Masih Ditutup

Selain itu, pengamatan melalui seismograf Pos Pengamatan Gunung Burni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, selama periode 1–15 Agustus juga mencatat:

  • 1 kali gempa vulkanik dangkal (VB)
  • 5 kali gempa tektonik lokal
  • 21 kali gempa tektonik jauh

Sementara itu, grafik tiltmeter masih menunjukkan pola yang menandakan belum adanya akumulasi tekanan magma secara signifikan.

Imbauan dan Evaluasi Petugas

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, Suwardi Putra, saat dikonfirmasi TribunGayo.com, Selasa (25/8/2026), mengatakan bahwa meskipun aktivitas kegempaan melandai, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan bersabar menunggu perkembangan lanjutan.

"Kami masih melakukan evaluasi. Jika ada perkembangan terbaru, kami akan segera menyampaikan update (pembaruan informasi)," ujar Suwardi.

Suwardi mengingatkan, meskipun tren kegempaan saat ini terpantau melandai dan hembusan asap kawah tidak teramati, warga diimbau untuk tidak mengurangi kewaspadaan.

Lokasi Gunung Burni Telong yang berdekatan dengan Sesar Besar Sumatera (Sumatran Fault Zone) membuat aktivitas vulkaniknya rentan terpicu oleh dinamika atau pergerakan tektonik di sekitarnya.

Sehubungan dengan status Waspada tersebut, PVMBG dan pihak pos pengamatan menekankan sejumlah larangan bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki:

  1. Dilarang keras mendekati atau beraktivitas di area kawah Gunung Burni Telong dalam radius 2 kilometer dari puncak.
  2. Menghindari kawasan fumarol dan solfatara, terutama pada saat cuaca mendung atau hujan, guna mengantisipasi risiko paparan gas beracun yang dapat melebihi ambang batas aman. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.