Jakarta (ANTARA) - Sanggar binaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Svadara Warna Indonesia mengukir prestasi dalam ajang Bandung International Dance Competition (BIDC) yang diselenggarakan di Bandung pada 14–16 Agustus 2026.

"Kami sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh anak-anak di Bandung International Dance Competition 2026. Medali emas untuk Tari Selaras Sasmita dan Honorable Mention untuk Tari Bawi Seraung tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami," kata Ketua Svadara Warna Indonesia, Devi Alviani di Jakarta, Selasa.

Namun, lanjut dia, bagi Svadara yang paling utama bukan hanya medalinya, melainkan proses yang dilalui anak-anak sampai mereka berani berdiri di panggung kompetisi dan memberikan penampilan terbaiknya.

Dalam kompetisi tersebut, Svadara Warna Indonesia menurunkan dua tim tari yang membawa kekayaan tradisi Nusantara melalui pendekatan koreografi yang dinamis dan artistik.

Dua karya yang ditampilkan adalah Tari Sasmita Selaras dari Jawa Timur dan Tari Bawi Seraung yang terinspirasi dari budaya Kalimantan Timur.

Prestasi ini menjadi pencapaian penting sekaligus bukti konsistensi Svadara Warna Indonesia dalam membina generasi muda melalui seni tari. Dalam keikutsertaan kali ini, Svadara Warna Indonesia membawa 31 penari muda dan empat orang pendamping.

"Bagi Svadara, kompetisi bukan sekadar tentang mengejar penghargaan, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar mengenai disiplin, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, serta kemampuan mengapresiasi keberagaman budaya," kata dia.

Keikutsertaan dalam BIDC 2026 juga menjadi bagian dari upaya Svadara Warna Indonesia untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada para penarinya.

Sanggar binaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Svadara Warna Indonesia mengukir prestasi di panggung dalam ajang Bandung International Dance Competition (BIDC), Bandung, Selasa (25/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Panggung kompetisi menjadi ruang bagi anak-anak untuk menguji proses latihan yang telah mereka jalani sekaligus belajar berhadapan dengan penari dari berbagai latar belakang dan daerah.

Menurut Devi, mengikuti kompetisi merupakan salah satu strategi pembelajaran bagi para penari muda. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga dibentuk untuk memiliki mental yang kuat dan mampu menghargai proses.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa prestasi tidak datang secara instan. Ada latihan, ada rasa lelah, ada evaluasi, ada kegagalan, dan ada proses untuk kembali bangkit. Kompetisi menjadi salah satu cara agar mereka belajar bahwa setiap pengalaman di panggung adalah bagian dari perjalanan mereka sebagai penari dan sebagai pribadi,” ujar Devi.

Dia berharap pencapaian di BIDC 2026 dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh keluarga besar Svadara Warna Indonesia untuk terus berkembang.

"Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi energi baru untuk terus belajar dan berkarya. Ke depan, kami ingin membawa anak-anak Svadara ke lebih banyak ruang pertunjukan dan kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi Svadara Warna Indonesia di Bandung International Dance Competition 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa seni tradisi memiliki ruang yang luas untuk terus hidup, berkembang, dan diperkenalkan kepada generasi muda.