Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Pemilik Kiringan Cell di Desa Kiringan, Kecamatan/Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Yosepin Rahadian, tak menyangka telepon seluler (HP) miliknya raib dalam hitungan detik.
Ia baru menyadari HP yang digunakan untuk transaksi hilang sekitar 10 menit setelah pelaku meninggalkan konter.
Peristiwa pencurian itu terjadi di Kiringan Cell pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 20.02 WIB.
Aksi pelaku yang mengenakan masker tersebut terekam kamera CCTV di dalam konter dan kini beredar di media sosial.
Yosepin menceritakan, saat kejadian kondisi konter sedang melayani pembeli.
Seorang pria mengenakan jaket hitam, celana pendek, helm hitam, dan masker datang ke konter.
Pelaku awalnya membeli rokok.
Setelah itu, ia meminta Yosepin mengambilkan casing HP yang berada di rak gantungan bagian tengah.
"Saat itu saya masih melayani pembeli. Pelaku awalnya membeli rokok, kemudian minta diambilkan casing," kata Yosepin.
Yosepin kemudian meninggalkan meja etalase untuk mengambil casing yang diminta.
Momen tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Pelaku dengan cepat merangsek ke meja etalase dan mengambil HP milik Yosepin yang diletakkan di atas etalase.
Setelah itu, pelaku langsung meninggalkan konter.
Saat kembali ke meja etalase, Yosepin mendapati pria tersebut sudah tidak berada di lokasi.
Ia kemudian mengembalikan casing yang sempat diminta pelaku dan kembali melayani pembeli lain.
Karena masih sibuk melayani pembeli, Yosepin mengaku belum menyadari HP miliknya telah dicuri.
Ia baru mengetahui HP tersebut hilang sekitar 10 menit setelah pelaku pergi.
"Karena saya masih melayani pembeli, saya baru sadar setelah 10 menit pelaku pergi," ujarnya.
Baca juga: Alasan Driver Ojol Solo Tetap Gelar Doa Bersama untuk Affan, Ingatkan Agar Tragedi Tak Terulang
Setelah menyadari HP hilang, Yosepin kemudian menghubungi teknisinya untuk mengecek rekaman kamera CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat jelas aksi pelaku saat mengambil HP dari atas etalase.
"Rekaman CCTV itu kemudian diposting oleh teknisi saya di media sosial," katanya.
Akibat pencurian tersebut, Yosepin mengaku mengalami kerugian sekitar Rp4 juta. Ia berharap rekaman CCTV yang beredar dapat membantu mengungkap identitas pelaku. (*)