Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Niat memulai usaha sofa justru berujung musibah.
Workshop sofa milik Agung di Kampung Tunggulsari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah terbakar pada Selasa (25/8/2026) pagi, saat usaha tersebut baru pertama kali menerima pesanan.
Kebakaran tidak hanya melahap rumah sekaligus tempat produksi sofa tersebut, tetapi juga menyebabkan dua remaja yang berada di lokasi mengalami luka.
Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Wali Kota Solo Respati Ardi yang mendatangi lokasi kejadian pada Selasa siang mengungkapkan keprihatinannya atas musibah tersebut.
Sesampainya di lokasi, Respati langsung menemui keluarga pemilik rumah sekaligus melihat kondisi tempat kejadian.
Ditemui awak media, Respati mengatakan usaha milik Agung tersebut memang masih tergolong baru.
Bahkan, workshop itu baru pertama kali mendapatkan pesanan untuk membuat sejumlah sofa.
"Jadi memang ini workshop baru, usaha ini memang benar-benar baru dan baru dapat order, cuma ini ada kecelakaan kerja," ungkap Respati.
Menurut Respati, kebakaran tersebut diduga merupakan kecelakaan kerja.
Dalam kejadian itu, terdapat dua korban yang merupakan warga Surakarta.
"Ada dua korban semuanya warga Surakarta dan ini tadi murni kecelakaan kerja. Jadi baru bermain di sana," lanjutnya.
Respati mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi terkait kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo.
Baca juga: Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Bermasker Bawa Kabur HP Rp4 Juta di Konter Pulsa Kiringan Cell Boyolali
"Kita sudah mitigasi, sudah ada laporan dari damkar memang ini kecelakaan kerja. Saya turut prihatin dan ini saya akan jenguk anak (korban) yang di sana di Panti Waluyo, semoga tidak terjadi masalah," ungkap Respati.
Usai melihat kondisi lokasi kebakaran, Respati mengaku akan menuju rumah sakit untuk menjenguk kedua korban yang masih menjalani penanganan medis.
Kebakaran tersebut menjadi pukulan bagi pemilik usaha yang baru memulai langkahnya.
Workshop yang baru menerima pesanan pertama itu justru harus menghadapi musibah sebelum usahanya berkembang. (*)