Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNBEKASI.COM, PANCORAN MAS- Aksi simbolik "pembakaran" kartu ATM Bank Mandiri mewarnai aksi damai Aktivis Anti-Korupsi Kota Depok di simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026) siang.
Massa membentangkan poster yang menghadap pengguna jalan saat lampu merah menyala.
Perwakilan massa juga berorasi memprotes Bank Mandiri yang disebut telah memblokir rekening milik aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Puncaknya, massa melakukan aksi teatrikal "membakar" kartu ATM Bank Mandiri di dekat Tugu Adipura Depok.
Aksi simbolik tersebut membuat sejumlah pengguna jalan yang sedang berhenti di lampu merah tertegun.
Perwakilan Aktivis Anti-Korupsi Kota Depok, Kasno mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat dari daerah yang datang ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi.
Baca juga: Jelang Demo 27 Agustus, Bus Rombongan Warga Pati Dilempar Batu hingga Rekening Rp80 Juta Diblokir
Baca juga: Kronologi Bus Rombongan Warga Pati Peserta Demo 27 Agustus Dilempar Batu di Tol Japek
"Kami mendukung warga masyarakat mana pun itu khususnya Mas Botok dan kawan-kawan yang sudah jauh-jauh dari Pati ke Depok untuk mendukung aksi unjuk rasa pengesahan RUU Perampasan Aset," ujar Kasno.
Menurut Kasno, aksi tersebut juga dilatarbelakangi kekecewaan terhadap tindakan perbankan yang dinilai merugikan para aktivis.
Kasno mengecam dugaan pembekuan rekening milik rekannya oleh Bank Mandiri yang disebut dilakukan secara mendadak.
"Terlepas apa pun itu aparat, toh ada regulasinya, seharusnya tidak itu yang dilakukan, tetapi setidak-tidaknya dia harus izin dulu kepada pemilik rekening yaitu Mas Botok," tegasnya.
Kekecewaan massa kemudian disimbolkan melalui aksi teatrikal "membakar" kartu ATM Bank Mandiri di Jalan Margonda.
"Ya itu sebagai bentuk protes kami, bahwa kenapa Bank Mandiri tanpa seizin Mas Botok memblokir rekening beliau, ini kan sangat-sangat perbuatannya sudah kelewatan lah," pungkasnya. (m38)