Air Sungai Tercemar Ikan Mati, Warga di Hilir Desa Tuhuran HSU Khawatir Keramba Mereka Terdampak
Hari Widodo August 25, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kematian massal budidaya ikan di Desa Tuhuran Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, memunculkan kekhawatiran warga desa yang berada di daerah hilir. 

Hingga saat ini masih banyak ikan mati yang berada di aliran sungai Kecamatan Haur Gading.

Kepala Dinas Perikanan HSU Khairi Hanani mengatakan pihaknya sudah meminta kepada pemilik keramba yang ikannya mati untuk tidak membuang ke sungai agar tidak menambah pencemaran air sungai. 

Dari penyuluh perikanan yang sudah datang ke lokasi, mengatakan ikan yang mati di keramba merupakan ikan siap panen dengan jumlah ratusan.

Baca juga: Ikan Mati Massal di Mali-Mali dan Sungai Arfat Dipicu Rendahnya Oksigen, Ini Penjelasan DKPP Banjar

Berada di keramba dan kemungkinan terlalu banyak isi terlebih saat musim kemarau seperti ini air sungai surut dan oksigen berkurang. 

“Ada pemilik tambak yang mengaku tidak melakukan pengecekan kondisi ikan selama beberapa hari, kemungkinan ada ikan yang mati lalu tidak diangkat sehingga semakin mencemari kondisi air sehingga lebih banyak ikan yang mati,” ujarnya. 

Selain itu dari penyuluh perikanan juga meminta kepada pemilik tambak untuk mengangkat bangkai ikan dan tidak membuangnya di sungai. 

Meski demikian tampaknya masih ada ikan mati yang mengambang di sungai. Dan hal ini membuat pemilik tambak di daerah hilir menjadi khawatir. 

Kepala Desa Jingah Bujur Hanafi mengatakan beberapa pemilik tambak di desanya juga mengaku khawatir air sungai semakin tercemar dan membuat ikan di desanya mati. 

“Saat ini memang sudah ada beberapa ikan yang mati namun jumlahnya tidak banyak, kami juga khawatir termasuk untuk BUMDes kami juga pemeliharaan ikan, saat ini ikan masih belum masuk waktu panen sehingga tidak bisa dijual cepat,” ujarnya, Selasa (25/8/2026). 

Baca juga: 25 Pokdakan Terdampak, Kerugian Ikan Mati di Batola Tembus Rp3,28 Miliar dan Berpotensi Bertambah

Hanafi menambahkan saat ini upaya yang dilakukan untuk menghindari ikan mati dengan mengurangi jumlah ikan dalam satu keramba, menaburkan garam pada air sungai sekitar keramba dan mengurangi pemberian umpan. 

Hanafi menambahkan ikan yang diluar tambak saat ini juga sudah mulai banyak lemas karena kondisi air sungai. Beberapa warga ada yang mencari ikan dengan cara menombak karena ikan berenang dipermukaan dan tidak lincah seperti biasa. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.