TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru terus membahas R-APBD 2027 secara marathon.
Setelah beberapa OPD pekan lalu, kini giliran Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Pekanbaru yang dibedah dalam hearing dengan Komisi II DPRD, membahas KUA-PPAS 2027, Senin (24/8/2026), di ruang Komisi II.
Sekadar diketahui, dari total pagu Rp 22,42 miliar yang diajukan Distankan Pekanbaru, lebih dari 62 persen atau sekitar Rp 13,97 miliar terserap hanya untuk belanja operasional sekretariat.
Mulai SPPD, BBM, listrik, dan pemeliharaan kantor.
Sementara empat bidang teknis lainnya, yang berhubungan langsung dengan masyarakat hanya memperoleh Rp 8,44 miliar.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Datuk Seri Rizky Bagus Oka SM mengkritisi ikhwal ini.
"Ada ketimpangan struktur anggaran yang kami nilai tidak berpihak pada peningkatan sektor ril," kata Rizky kepada Tribunpekanbaru.com, usai hearing.
Lebih lanjut dijelaskan, Distankan sebagai dinas teknis produksi, tidak boleh membiarkan anggaran daerah habis terkuras untuk urusan penunjang aparatur dan dokumen administratif semata.
Baca juga: Presiden Prabowo ke Riau Tinjau Karhutla, DPRD Apresiasi dan Dukung Penegakan Hukum
Apalagi untuk belanja operasional sekretariat yang membengkak, dan ini harus dirasionalisasi serta dialihkan menjadi belanja modal langsung yang tujuannya bisa dirasakan masyarakat
Seperti halnya program pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit komoditas pengendali inflasi, benih ikan untuk pembudidaya lokal, bibit ternak, hingga intervensi pangan protein hewani guna menekan angka stunting di Kota Bertuah ini.
Lebih dari itu, tambah Datuk Seri, selain evaluasi anggaran operasional, juga di Distankan harus bisa memastikan alokasi untuk realisasi program mobil veteriner (vet) keliling pada tahun 2027.
"Layanan ini harusjemput bola. Apalagi untuk memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam percepatan penanganan penyakit hewan menular, vaksinasi rabies, dan pemeriksaan kesehatan ternak langsung di seluruh kecamatan," sebut Politisi Partai Gerindra ini lagi.
Meski demikian, kata Rizky, Komisi II DPRD berjanji, akan mengawal ketat pergeseran alokasi anggaran di APBD 2027 selama pembahasan.
"Tujuan mulia ini semata-mata untukpenggerak produktivitas dan kesejahteraan petani, peternak, serta nelayan di Pekanbaru, berjalan dengan baik. Bukan hanya konsep saja," terangnya. .
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).