Prabowo Minta Pembakar Hutan Riau yang Pura-pura Mancing Dikirim ke Jakarta: Saya Minta BIN Ikut
Muhammad Ridho August 25, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanggulangan bencana di Posko Aju Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin di Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan dari Kapolda Riau bahwa ada tiga orang pembakar hutan di Riau yang berpura-pura memancing padahal sebenarnya hendak membakar hutan.

"Tolong dibawa ke Jakarta, ya," kata Prabowo dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhurla) di Lanud Roesmin Nasjudin, Riau, disiarkan langsung kana YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026). 

Awalnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan ada tersangka karhurla 2025 ada yang punya kebun dan ada yang tidak mempunyai kebun di wilayah tersebut.

"Ada yang tidak mempunyai kebun di situ, ada dua atau tiga orang, tetapi dia ada di situ," kata Herry. Polisi menanyai tiga orang itu dan mereka berdalih sedang memancing.

"Padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing," kata Herry.

Prabowo lantas memerintahkan Kapolri Jendera Listyo Sigit Prabowo untuk membawa tiga orang itu ke ibu kota untuk menjalani proses hukum.

"Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami," kata Prabowo. Baca juga: Prabowo Minta BPBD Atasi 900 Hektare Lahan yang Masih Terbakar di Riau Herry menjawab "siap" merespons perintah Prabowo. "Nanti pendalamannya saya juga minta BIN (Badan Intelijen Negara) ikut, ya," kata Prabowo.

Baca juga: Di Samping Jokowi, Budi Arie Sebut Prabowo Jatuh Sebelum 2029: PSI Meradang, Projo Klarifikasi

Laporan Kapolda Riau

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan bahwa sejak 2025 sampai saat ini, pihaknya sudah memproses 94 kasus dan 106 tersangka. 

“Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang, 33 laporan polisi dan 36 tersangka, dengan luas yang tebakar sejumlah 806,57 hektar,” kata Herry.

Dia mengatakan semua karhutla di wilayahnya disebabkan oleh ulah manusia.

“Semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” kata dia.

Polisi membuat 513 plang peringatan karhutla untuk menanggulangi situasi di Kabupaten Rokan Hilir. Polisi melarang penanaman di lahan bekas kebakaran tersebut, karena polisi mengetahui pembakaran lahan merupakan bagian dari modus perusahaan besar menggunakan petani atau masyarakat kecil, termasuk yang pura-pura memancing tapi sebenarnya hendak membakar lahan. 

“Maaf Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?” tanya Prabowo.

 “Sampai saat ini belum ada, Bapak. Tapi beberapa tersangka 2025 setelah kita lakukan investigas, ada yang tidak mempunyai kebun di situ, dua atau tiga orang,” jawab Herry.

Selain itu, Kapolda Riau juga memaparkan 268 menara pantau yang merupakan kewajiban perusahaan atau korporasi yang ada di Riau.

Prabowo minta 5 korporasi yang terlibat karhutla 2025

Herry kemudian memaparkan lagi bahwa tahun 2025 juga ada lima korporasi yang sudah dilakukan penegakan hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

 Mereka disanksii Kementerian Lingkungan hidup karena mereka tidak memenuhi kewajibannya.

"Seperti membuat menara pantau saat ini atau kewajiban bagaimana ada tim reaksi cepat kalau seandainya ada titik api atau ada fire spot yang muncul di lokasinya," jelasnya.

 Presiden Prabowo juga meminta lima nama korporasi itu dilaporkan ke dirinya. "Aku minta nama korporasi itu ya," ujar Prabowo.

Kepala Negara kemudian menanyakan apakah lima perusahaan itu sudah melakukan perbaikan saat ini.

Menurut Kapolda, perusahaan-perusahaan itu sudah memenuhi perbaikan.

"Sudah memenuhi, tapi sampai sekarang masih status quo lima perusahaan tersebut. Lima perusahaan sawit. Masih status quo Bapak," jelas Herry. 

Herry juga melaporkan izin lima perusahaan itu belum dicabut. Prabowo pun meminta hal ini didalami di Jakarta. Ia mengancam setiap perusahaan yang tak menjaga alam akan dicabut izinnya. "Iya, nanti kita dalami lagi di Jakarta, ya. Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga, itu kita cabut," tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, hutan adalah sumber kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, perusahaan tidak boleh semena-mena mengeksploitasi alam.

"Sumber kehidupan rakyat, sumber kehidupan perusahaan itu juga. Enggak boleh dia seenaknya dia tidak mencegah," ucapnya.

( Tribunpekanbaru.com / Kompas )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.