TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Seorang pemuda inisial MA (19) di Majene, Sulawesi Barat nyaris jadi bulan-bulanan massa, usai diduga melecehkan seorang Wanita inisial MQ (21) saat dalam perjalanan dari arah Kota Majene menuju Kelurahan Baru, Senin (24/8/2026).
Kejadian berawal Ketika MQ sedang berkendara motor di jalur tersebut.
Baca juga: Tiga Anggota DPRD Tersangka Kematian Dokter Icha, Korban Disebut Depresi Berat Akibat Pengancaman
Baca juga: Pelajar SMA di Bulutaba Pasangkayu Berkelahi Nyaris Picu Bentrok Antar-Kelompok Sekolah Ajak Mediasi
Kemudian di jalur yang sama, MA tiba-tiba menghampiri kendaraan yang dikendarai MQ dan diduga melakukan tindakan yang dinilai kurang pantas, dengan memegang paha sebelah kiri MQ.
Setelah itu, MA langsung meninggalkan lokasi.
Tidak terima atas perlakuan tersebut, MQ kemudian mengejar MA dan meminta bantuan sejumlah anak muda untuk mencari keberadaannya.
MA akhirnya ditemukan di rumahnya yang berada di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae.
Situasi sempat memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak.
Untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar, Kepala Lingkungan kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Polres Majene Brigpol Abdul Rahim.
Mediasi tersebut berlangsung di Mako Polsek Banggae, Senin (24/8/2026), dan turut dihadiri Kapolsek Banggae Iptu Hasbi bersama Kepala Lingkungan Kalasa.
Dengan mengedepankan komunikasi, pembinaan dan pendekatan kekeluargaan, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan serta mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi.
Hasilnya, mediasi berjalan dengan aman dan lancar.
Kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan permasalahan menjadi konflik berkepanjangan.
Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan persoalan secara damai serta menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.
Kapolsek Banggae Iptu Hasbi melalui kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan persoalan warga sejak dini, sehingga setiap permasalahan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas. (*)