TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Riuh anak-anak memenuhi Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri, Senin (24/8/2026) malam. Mereka berlarian dan berebut uang koin serta lembaran uang yang ditebarkan dari lantai atas masjid dalam tradisi Sebar Koin saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di tengah suasana tersebut, wajah-wajah ceria anak menjadi pemandangan yang paling mencolok. Sebagian tampak sibuk mencari koin di lantai, sementara lainnya menghitung uang yang berhasil mereka dapatkan.
Bagi anak-anak di Jamsaren, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan tahunan. Sebar Koin menjadi momen yang mereka tunggu karena menghadirkan pengalaman berbeda dalam merayakan Maulid Nabi.
Tradisi itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi di Masjid Wakaf Jamsaren. Sebelumnya, kegiatan diawali dengan khotmil Qur’an pada pagi hari, kemudian dilanjutkan pembacaan Kitab Al-Barzanji dan shalawat setelah salat Maghrib.
Baca juga: Wacana PPPK Guru Jadi PNS, PGRI Trenggalek Soroti Potensi Kegaduhan Batas Usia 35 Tahun
Setelah salat Isya, barulah tradisi yang disebut telah diwariskan sejak 1908 tersebut digelar. Takmir dan jamaah menebarkan uang dari lantai atas, sementara jamaah di bawah bersiap menangkapnya.
Penasihat Kegiatan Masjid, H. Mahrus Mahali, mengatakan kemeriahan tersebut sengaja menjadi bagian dari pendekatan kepada masyarakat, terutama anak-anak. Menurutnya, masjid perlu menghadirkan ruang yang membuat generasi muda merasa nyaman dan senang untuk datang.
"Ini sarana syiar untuk mengajak masyarakat, utamanya anak-anak, senang memakmurkan masjid," kata Mahrus.
Ia menambahkan, keberadaan masjid tidak sebatas menjadi tempat menjalankan ibadah. Masjid juga dapat menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus kehidupan sosial masyarakat.
"Masjid tidak hanya tempat ibadah ritual, tapi juga wadah pembinaan keimanan dan sosial yang menyenangkan," lanjutnya.
Kegembiraan anak-anak juga menjadi alasan jamaah ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian uang untuk disebarkan. Esti, salah seorang jamaah, mengaku senang dapat mengambil bagian dalam tradisi tersebut meski nominal yang diberikan tidak menjadi hal utama.
"Alhamdulillah senang sekali, dapat berpartisipasi dalam momen ini," ucap Esti.
Lurah Jamsaren, Tri Amin Prakoso, melihat tradisi Sebar Koin memiliki nilai lebih dari sekadar kemeriahan peringatan Maulid. Selain menjaga hubungan sosial warga, tradisi tersebut dinilai memiliki potensi untuk diperkenalkan sebagai bagian dari budaya religi Jamsaren.
"Kami mendukung penuh kelestarian tradisi ini. Selain memakmurkan masjid, kegiatan unik ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya religi di Kelurahan Jamsaren," tutur Tri Amin.
Tradisi Sebar Koin akhirnya menghadirkan wajah lain dari perayaan Maulid Nabi. Di balik uang yang diperebutkan anak-anak, terselip upaya menjaga tradisi sekaligus menciptakan pengalaman positif agar generasi muda semakin akrab dengan masjid.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)