Kata Polisi Soal Bus Rombongan Warga Pati yang Hendak ke Jakarta Dilempar Batu, Diselidiki?
Rr Dewi Kartika H August 25, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM -  Rombongan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengaku mendapat intimidasi berupa teror pelemparan batu dalam perjalanan menuju Jakarta.

Koordinator AMPB, Supriyono atau yang akrab disapa Botok menceritakan pelemparan batu itu terjadi saat bus melintas di Tol Karawang, Jawa Barat pada Senin (24/8/2026) siang.

Akibatnya, kaca bagian depan bus retak hingga pecah.

"Ini perjalanan dari Pati ke Jakarta sampai tol Karawang ada jembatan ya, ada dua orang pakai masker pakai jaket, kita dilempar pakai batu bata," kata Botok saat ditemui di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).

Saat ini, armada bus bernomor polisi asal Jawa Tengah dengan kondisi kaca depan retak parah tersebut tampak terparkir tepat di depan Gerbang Utama Gedung DPR RI.

Botok menambahkan, serpihan kaca yang pecah akibat hantaman batu bata tersebut mengenai penumpang di dalam bus. 

Sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan.

"Ya alhamdulillah hanya luka-luka ringan ya, sekitar tiga orang termasuk saya karena serpihan kaca," jelasnya.

Botok menduga kuat aksi pelemparan tersebut merupakan upaya intimidasi dan teror untuk menyurutkan niat warga Pati yang hendak menyuarakan aspirasinya di Ibu Kota.

Rombongan massa AMPB sendiri sengaja tiba lebih awal di Jakarta untuk menghimpun kekuatan jelang unjuk rasa skala besar yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

"Ya kira-kira ya seperti itulah (bentuk intimidasi). Nanti masyarakatlah yang menilai," kata Botok.

Kata Polisi

Kasatlantas Polresta Karawang, AKP Sudiryanto mengatakan, kejadian pelemparan batu dari orang yang tidak dikenal di jembatan KM 50 di Tol Japek Cikampek, jalur B arah Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kendaraan bus bermuatan penumpang 30 orang nomor polisi KT 7544 CA datang dari arah Bandung atau dari Jawa Tengah mengarah Jakarta. 

"Jika melihat TKP ada lokasi jembatan di KM 50 Tol Japek," kata Sudiryanto, Selasa (25/8/2026). 

Dia menjelaskan, anggotanya datang ke TKP setelah ada laporan dari masyarakat melalui 110. 

Sejumlah saksi dan penelusuran dilakukan kepolisian.

Polisi melakukan pengawalan kendaraan tersebut hingga perbatasan daerah untuk menuju Jakarta. 

"Tidak ada korban, hanya materi kerusakan kaca pada bus," kata Sudiryanto. 

Polisi berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polresta Karawang untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku pelemparan. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.