Bawa Anak Baayun Maulid di Tapin Kalsel, Sandy Berharap Putranya Mendapat Kebaikan
Irfani Rahman August 25, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bagi Sandy, mengikuti prosesi Baayun Maulid di Masjid Al Mukkarramah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, bukan sekadar mengikuti tradisi tahunan.

Warga Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin itu kembali membawa anaknya mengikuti prosesi Baayun Maulid karena nazar.

Anaknya, Ahmad Zaini Mirza, yang baru berusia dua tahun, ikut diayun dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bagi Sandy, ini merupakan kali ketiga dirinya mengikuti prosesi Baayun Maulid.

Selain memenuhi nazar, keikutsertaan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus momentum untuk merayakannya bersama masyarakat.

Baca juga: 3.050 Peserta Ikuti Baayun Maulid di Banua Halat Tapin, Ada Bayi 15 Hari dan Nenek Berusia 90 Tahun 

Baca juga: Setiap Tahun Jadi Koordinator, Caca Daftarkan Kerabat Ikuti Baayun Maulid di Banua Halat Tapin

Sandy berharap anaknya memperoleh kebaikan melalui doa yang dipanjatkan dalam prosesi tersebut."Berharap dengan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, anaknya mendapatkan kebaikan seperti kebaikan yang diterima Nabi Muhammad SAW," ujarnya semringah.

Harapan serupa juga menjadi bagian dari makna Baayun Maulid yang disampaikan Ketua MUI Provinsi Kalsel KH Ahmad Sairazi SM dalam tausiah.

Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu ditanamkan sejak anak masih kecil.

Menurutnya, pendidikan akhlak anak diawali dari keluarga. Orangtua menjadi madrasah pertama yang mengenalkan nilai-nilai kebaikan kepada anak.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Prosesi Baayun Maulid Suriansyah mengatakan jumlah peserta sementara mencapai 3.050 orang.

Peserta berasal dari berbagai daerah. Bahkan, peserta tertua berusia 90 tahun dan peserta termuda baru berusia 15 hari.

Mewakili Gubernur Kalsel, Sekdaprov Kalsel H Muhammad Syarifuddin, M.Pd mengatakan Baayun Maulid merupakan salah satu cara khas masyarakat Banjar dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Tradisi tersebut merupakan perpaduan budaya Banjar dengan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Tapin H Yamani turut mengapresiasi masyarakat dan panitia yang terus mempertahankan pelaksanaan Baayun Maulid setiap tahun.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan lancar serta membawa kebaikan bagi Kabupaten Tapin.

"Harapannya mendapat syafaat dari Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Yamani.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.