TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Ade Angga meminta kepengurusan Partai Golkar Kota Batam ke depan mampu mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia.
Pesan itu disampaikan Ade Angga saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Batam yang digelar di Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Selasa (25/8/2026).
Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Partai Golkar Kota Batam diselenggarakan secara resmi pada hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026 di Ballroom VIP C, Golden Prawn 933, Bengkong, Kota Batam.
Proses penentuan ketua baru dalam Musda IX ini mengarah kuat pada kemenangan secara aklamasi oleh petahana, Muhammad Yunus Muda, S.E.
Dihadapan seluruh kader Golkar Kota batam, Ade Angga, mengatakan Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
Ade Angga berharap susunan kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Batam periode 2025-2026 dapat mengakomodasi seluruh keberagaman yang ada di tengah masyarakat.
“Golkar adalah partai yang inklusif, Golkar adalah partai yang terbuka. Semua suku, bangsa, agama dan latar belakang ada di Partai Golkar,” kata Ade Angga.
Baca juga: Yunus Muda Terpilih Kembali Pimpin Golkar Batam, Evaluasi Kepengurusan Jadi Langkah Pertama
Dalam kesempatan itu, Ade Angga secara khusus menyampaikan pesan kepada ketua Yunus Muda yang menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kota Batam dalam Musda tersebut.
Ade Angga berharap kepengurusan baru nantinya benar-benar menggambarkan wajah Indonesia yang majemuk.
“Kami berharap kepada Bung Yunus, yang menjadi calon tunggal, mohon kepengurusan Partai Golkar ke depan menggambarkan suasana kebhinekaan Indonesia. Seluruh suku, seluruh agama dan seluruh golongan harus bisa dirangkul,” ucap Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang periode 2024–2029 yang dilantik sejak 22 Oktober 2024.
Menurut Ade Angga, keberagaman tersebut menjadi kekuatan penting bagi Partai Golkar untuk memperbesar basis dukungan politik di Kota Batam.
Dengan kepengurusan yang mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat, ia optimistis Golkar dapat meningkatkan perolehan kursi dalam Pemilu mendatang.
“Baru kita bisa menjadi partai yang kuat dan menjadi partai yang mampu menambah kursi di Kota Batam,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Angga juga menyampaikan Musda Partai Golkar Kota Batam merupakan Musda kabupaten dan kota kelima yang digelar oleh DPD Partai Golkar Provinsi Kepri.
Sebelumnya, Musda telah dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.
“Hari ini Kota Batam menjadi Musda kabupaten dan kota yang kelima yang kami laksanakan,” katanya.
Ade Angga menyebut, Musda selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kepulauan Anambas pada 27 Agustus 2026.
Sementara Musda di Kabupaten Natuna direncanakan digelar pada awal September 2026.
Ade Angga menegaskan, pelaksanaan Musda merupakan bagian dari proses regenerasi dan konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga ke tingkat akar rumput.
Pria kelahiran Kota Tanjungpinang, 5 Oktober 1981 menyebut, sesuai arahan DPP Partai Golkar, seluruh musyawarah kecamatan harus diselesaikan paling lambat pada 30 Oktober 2026.
Sementara seluruh musyawarah tingkat kelurahan dan desa ditargetkan rampung paling lambat 30 Desember 2026.
“Maka ini menjadi sesuatu yang penting sebagai bagian dari regenerasi dan konsolidasi di Partai Golkar. Seluruh tahapan harus selesai pada 30 Desember 2026,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebutAde Angga juga meminta seluruh kader Golkar menjaga suasana Musda tetap sejuk dan penuh kekeluargaan.
Menurutnya, Partai Golkar harus menyimpan energi untuk menghadapi agenda politik yang lebih besar pada Pemilu 2029.
“Jadikan Musda ini suasana keteladanan, dengan sejuk dan suasana yang riang gembira. Kita harus simpan energi kita untuk menghadapi tahun 2029,” katanya.
Ade berharap proses pemilihan di internal Golkar tidak menguras energi kader melalui persaingan yang berlebihan.
Ia juga mendorong agar tradisi musyawarah mufakat terus dipertahankan dalam proses pemilihan kepengurusan.
“Kalau energi kita terkuras untuk pemilihan dan pemilihan, tentu tidak baik bagi kita. Ada tradisi yang baik di Partai Golkar, yaitu seluruh musyawarah berlangsung dengan suasana musyawarah mufakat,” ujarnya.
Dia berharap tradisi tersebut juga dapat terjaga dalam Musda Partai Golkar Kota Batam.
Selain itu, Ade Angga turut mengingatkan kader dan Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Batam untuk mendukung pembangunan daerah.
Dimana menegaskan, Golkar tidak memiliki karakter untuk menjadi oposisi, melainkan harus memberikan kontribusi dan karya bagi masyarakat.
“Pesan kami, Partai Golkar tidak punya karakter untuk menjadi oposisi. Tolong bantu sekuat upaya pemerintahan Kota Batam di bawah Pak Amsakar dan Ibu Li Claudia,” katanya.
Menurut Ade Angga, dukungan terhadap program pemerintah harus dilakukan demi menyukseskan visi dan misi pembangunan Kota Batam.
“Di situlah bukti karya kekaryaan kita sebagai Partai Golkar,” tutupnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)