Peringatan Maulid Nabi di Fakfak Diwarnai Tradisi Berebut Telur Hias
Marius Frisson Yewun August 25, 2026 07:15 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, FAKFAK – Berebutan telur hias menjadi tradisi khas dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Selasa (25/8/2026).

Pantauan Tribun-Papua.com, anak-anak dengan penuh sukacita berebut telur hias yang dipajang di Masjid Nurul Iman Kampung Sekban.

Mereka tampak bergembira usai mendapatkan telur hias untuk dibawa pulang.

“Senang sekali bisa dapat telur hias dari masjid,” ujar Revan, salah satu anak yang ikut dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Fakfak.

Baca juga: Tren Karhutla Papua Barat Melonjak, 87 Persen Terjadi di Fakfak

Tradisi berebut telur hias dalam momen sakral ini dimaknai sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan keberkahan.

Telur rebus yang dihias atau diberi warna, seperti merah, melambangkan awal kehidupan serta cinta kasih kepada Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini juga mencerminkan semangat gotong royong.

Masyarakat biasanya mengumpulkan telur untuk ditancapkan pada pohon hias buatan, tumpeng, atau miniatur masjid.

Baca juga: WALHI Papua Soroti Ribuan Titik Api di Area Food Estate dan Konsesi Sawit

Aksi berebut telur tidak dilandasi kemarahan, melainkan kegembiraan dan kebersamaan warga dalam memperoleh “berkah” yang diyakini membawa keberkahan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.