Milan, Amorim lebih maju dari perkiraan. Cisse tak mengendur, berbeda dengan Leao
Dewi Rahayu August 25, 2026 07:30 PM

Milan, Amorim lebih maju dari perkiraan. Cisse tak mengendur, berbeda dengan Leao

Reaksi setelah kemenangan tandang AC Milan atas Torino pada pekan pembuka Serie A.

Saya menyukai penampilan Milan, bahkan pada beberapa momen sangat menyukainya. Termasuk di babak pertama, meski mereka hanya menciptakan sedikit peluang yang benar-benar berbahaya. Namun sejak laga pertama saja, tim ini sudah terlihat memiliki gagasan yang jelas. Saya tidak menduga mereka akan sejauh ini secara taktis.

Penilaian apa pun memang tetap harus disertai kehati-hatian, tetapi Amorim mulai memetik hasil dari pekerjaannya.

Mereka ingin menguasai bola, mendominasi penguasaan, mengalirkannya dengan cepat, dan menekan tinggi. Namun, mereka masih perlu lebih tajam dalam penyelesaian akhir, lebih sering melepaskan tembakan, serta lebih rutin menemukan Goncalo Ramos, karena ia menerima sangat sedikit bola yang benar-benar bisa dimainkan.

Bagi Milan, memulai musim dengan baik juga penting untuk membangun kepercayaan diri. Kepercayaan dari luar, dan terutama dari dalam ruang ganti. Bagi para pemain, penting untuk melihat bahwa pekerjaan yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir sudah mulai membuahkan hasil.

Kisah Cisse adalah dongeng indah, seorang pemain yang pada satu fase bursa transfer sempat tampak akan bergabung dengan Torino. Klub layak diapresiasi karena mempertahankannya, dan Amorim juga patut dipuji karena berani mempercayainya. Dari situ, wajar muncul refleksi sekaligus perbandingan dengan Rafa Leao, mengingat keduanya beroperasi di area lapangan yang sama. Tak seorang pun merasakan absennya pemain Portugal itu, dan itu sendiri sudah menjadi sebuah tanda.

Saya tidak mengatakan bahwa Cisse saat ini lebih baik daripada sang nomor 10, tetapi kemarin ia benar-benar terlibat dalam permainan dari awal hingga akhir tanpa jeda, sesuatu yang justru hampir selalu terjadi pada Leao.

Tim ini masih bisa ditingkatkan. Milan membutuhkan Ramos yang mampu menjadi penentu kemenangan, dengan Gimenez yang sangat mungkin hengkang. Dan jika Moreira akan lebih sering dimainkan di sisi kanan, seperti yang tampaknya diisyaratkan Amorim, maka di sisi kiri, dengan Bartesaghi dan Estupinan, levelnya belum termasuk yang terbaik.

Lalu ada lini pertahanan. Selama Gila masih berada di lapangan, AC Milan tampil kokoh. Begitu pemain Spanyol itu keluar, mungkin juga karena penurunan kondisi fisik, tim terlalu banyak menderita. Menurut saya, hal itu seharusnya membuat klub merenungkan kebutuhan untuk mendatangkan bek tengah kuat yang bisa memberi rasa aman bagi lini belakang dan seluruh tim. Itulah salah satu petunjuk paling jelas yang diberikan pertandingan melawan Torino kepada kita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.