SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG – Bangunan Dam Pacar yang terletak di perbatasan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol dan Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu mendadak ambrol pada Selasa (25/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB.
Kerusakan pada bagian tanggul sisi selatan diduga menjadi penyebab utama hancurnya struktur bangunan penahan air itu.
Peristiwa ini mengancam keberlangsungan pasokan irigasi pertanian untuk sembilan desa di wilayah Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Campurdarat.
Baca juga: Nasib Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di HUT RI ke 81 Gagal Remisi Akibat Denda Korupsi
Mantan petugas penjaga Dam Pacar, Sunardi, mengungkapkan indikasi rongga atau gerong pada tanggul bawah air sebenarnya sudah terdeteksi jauh sebelum 2015.
"Saat itu saya laporkan, tapi lokasinya sulit karena ada di dalam air. Tidak kelihatan di permukaan," ucapnya.
Posisi tanggul yang tergerus tepat berada di bagian selatan bawah pintu air, sehingga sulit terdokumentasi melalui foto.
Kerusakan yang tersembunyi di bawah permukaan air itu disinyalir kian parah seiring berjalannya waktu hingga akhirnya memicu keruntuhan.
Investigasi teknis yang telah direncanakan untuk mengecek kondisi bangunan tua itu pun tidak sempat terealisasi.
"Sebenarnya sedang mau disurvei untuk melihat kerusakannya. Belum terlaksana sudah ambrol lebih dulu," tambah Sunardi yang sudah bertugas selama 23 tahun menjaga Dam Pacar.
Baca juga: Dipicu Status WhatsApp, 2 Perguruan Silat Di Tulungagung Bentrok Hingga Motor Dibakar
Anggota tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Andri Setiawan, membenarkan bahwa laporan kerusakan bangunan berusia 30 tahun itu telah masuk sebelumnya.
Laporan awal mencatat adanya rongga di bawah air yang memerlukan penanganan khusus melalui investigasi mendalam.
"Belum sempat pekerjaan investigasi itu dilakukan, sudah lebih dulu ambrol," ucapnya.
Andri berada di area pembuangan pintu dam sisi barat saat detik-detik keruntuhan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
Tanda-tanda pergeseran struktur mulai terlihat jelas saat pintu air tak sanggup lagi menahan derasnya tekanan debit air.
"Untungnya tidak ada aktivitas warga yang sedang mencari ikan. Padahal biasanya banyak pencari ikan di sisi barat pintu air," ungkapnya.
Tanggul bagian selatan Dam Pacar dilengkapi dua pintu air yang berfungsi menyuplai debit air ke saluran primer irigasi Lodagung.
Kerusakan pada pintu penyuplai ini secara langsung berdampak pada pasokan air bagi 9 desa yang berada di area paling ujung.
Wilayah terdampak mencakup 5 desa di Kecamatan Boyolangu yaitu Desa Sanggrahan, Pucung Kidul, Boyolangu, Kendalbulur, dan Ngranti, serta 4 desa di Kecamatan Campurdarat yaitu Desa Tanggung, Pojok, Pelem, dan Wates.
Mayoritas petani saat ini sedang menanam tanaman palawija sehingga kebutuhan air masih relatif terkendali.
"Ada yang masih tanam padi, nanti solusinya debit dari saluran primer Lodagung akan ditambah," ungkap Andri.
Pembangunan ulang pintu air Dam Pacar menjadi solusi permanen yang mendesak demi menjaga ketahanan pangan di lahan seluas 900 hektar itu.
Pihak BBWS Brantas kini tengah merumuskan langkah penanganan sementara guna mengantisipasi perubahan musim.
"Risikonya saat musim hujan air langsung terbuang, tidak bisa kita tahan. Saat kemarau saluran suplesi tidak akan berfungsi," pungkasnya.