WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gokuniku resmi membuka restoran pertamanya di Jakarta melalui acara Grand Opening yang digelar pada Senin (24/8/2026).
Mengusung konsep “Japan’s Ultimate Meat Experience”, Gokuniku menawarkan pengalaman bersantap dengan fokus pada sajian berbahan daging premium, khususnya hidangan Jepang seperti Sukiyaki dan Shabu-Shabu.
Berada di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, restoran ini menyasar konsumen yang mengutamakan kualitas makanan, kenyamanan, serta pengalaman bersantap yang lebih privat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang Gokuniku memperkenalkan konsep restoran kepada masyarakat Jakarta.
CEO Gokuniku, Michael, mengatakan restoran tersebut tidak hanya mengedepankan kualitas makanan, tetapi juga menawarkan konsep bersantap yang lebih privat.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sejumlah VIP Room yang dilengkapi karaoke. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makan bersama keluarga dan sahabat, perayaan ulang tahun, hingga acara bisnis dan pertemuan perusahaan.
“Kita punya konsep tuh lebih pengin VIP banyak, bisa karaoke. Terus kita di lantai empat juga ada ruangan besar untuk corporate meeting segala macam,” ujar Michael melalui keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026)
Menurut Michael, konsep ruang privat dipilih karena tren masyarakat Indonesia yang semakin menyukai pengalaman bersantap secara lebih eksklusif dan personal.
“Karena sekarang orang-orang Indonesia suka banget sama private-private ruangan ini,” katanya.
Selain VIP Room, Gokuniku juga menyediakan ruang berkapasitas lebih besar yang dapat dimanfaatkan untuk corporate meeting, business gathering, maupun acara khusus lainnya.
Andalkan Spicy Tomato Sukiyaki
Dari berbagai menu yang ditawarkan, salah satu sajian yang menjadi andalan Gokuniku adalah spicy tomato sukiyaki.
Menu tersebut memadukan karakter gurih dan manis khas sukiyaki dengan cita rasa asam segar serta cabai rawit. Kombinasi tersebut disebut menjadi pembeda dari sukiyaki pada umumnya.
Michael mengatakan spicy tomato sukiyaki diproyeksikan menjadi salah satu identitas utama Gokuniku.
“Sebenarnya yang bikin beda itu spicy tomato sukiyaki-nya kita. Itu signature product-nya kita,” ujarnya.
Menurut dia, cita rasa menu tersebut telah disesuaikan dengan selera konsumen Indonesia tanpa menghilangkan karakter utama hidangan Jepang.
“Kalau tomato spicy ini, dia ada essence asam, asam segarnya. Ada cabai rawitnya juga. Nah, itu yang bikin beda sebenarnya,” tuturnya.
“Sudah dilokalin lah untuk rasanya,” sambungnya.
Michael mengungkapkan, ide menghadirkan menu tersebut muncul setelah dirinya mencicipi tomato sukiyaki di Singapura. Salah satu restoran yang menjadi referensinya adalah Kuroya.
“Saya coba di Singapura. Dia menurut saya pelopor,” katanya.
Meski mendapat inspirasi dari pengalaman tersebut, Michael menyebut konsep spicy tomato sukiyaki di Gokuniku dikembangkan dengan karakter tersendiri.
Ia juga mengatakan menu serupa belum menjadi hidangan yang umum ditemukan di Jepang.
“Karena di Jepang sendiri pun enggak ada. Ada tapi dikit lah, enggak favorit,” katanya.
Sasar Konsumen Lokal
Gokuniku dirancang sebagai restoran premium yang menyasar konsumen kelas menengah atas, baik untuk kebutuhan makan bersama maupun berbagai acara privat dan bisnis.
Pemilihan kawasan Senopati sebagai lokasi outlet pertama juga telah melalui pertimbangan pasar.
Michael menilai Senopati dan Menteng memiliki karakter kawasan yang sesuai dengan konsep restoran yang ingin dikembangkan.
“Kalau menurut saya lokasi cuma bisa di daerah Senopati atau di Menteng. Itu maka untuk outlet pertama saya pilih di Senopati,” ujarnya.
Meski mengusung konsep kuliner Jepang, Gokuniku tidak hanya membidik ekspatriat maupun warga Jepang yang tinggal di Jakarta.
Konsumen lokal justru menjadi target utama restoran tersebut. Saat ini, pemilik memperkirakan sekitar 80 persen pengunjung merupakan konsumen lokal, 10 persen warga Jepang, dan 10 persen wisatawan.
“Lokalnya 80 persen, Jepang 10 persen, turisnya 10 persen,” ujarnya.
Komposisi tersebut juga menjadi salah satu alasan Gokuniku menyesuaikan sejumlah cita rasa dengan preferensi masyarakat Indonesia.
Michael berharap kehadiran Gokuniku dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan Jepang sekaligus mendapatkan pengalaman bersantap yang lebih personal.
“Gokuniku hadir dengan semangat untuk memberikan pengalaman menikmati daging terbaik dengan sentuhan khas Jepang. Kami ingin setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman bersantap yang istimewa dan berkesan,” ujarnya.
Dengan perpaduan premium Japanese dining, VIP Room, fasilitas karaoke, serta pilihan menu berbasis daging, Gokuniku ingin membangun pengalaman yang tidak sekadar makan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, merayakan momen, hingga menggelar pertemuan bisnis.