Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 6.509 Jiwa, 6.462 Orang Berhasil Diselamatkan
Faisal Zamzami August 25, 2026 08:41 PM

 


SERAMBINEWS.COM, VENEZUELA — Korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 kembali bertambah. Hingga Senin (24/8) atau berdasarkan laporan terbaru pada Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 6.509 orang.

Angka tersebut bertambah 71 orang dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 6.438 korban tewas. Puluhan jenazah tambahan ditemukan ketika tim penyelamat dan petugas terus melakukan pencarian serta pembersihan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa.

Data terbaru tersebut disampaikan oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez.Pemerintah menyebut operasi pencarian, evakuasi, dan penanganan dampak bencana masih berlangsung meskipun fase tanggap darurat mulai beralih ke tahap rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Dua Gempa Terjadi Hampir Bersamaan

Gempa dahsyat tersebut terjadi pada 24 Juni 2026. Dua gempa dengan kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela dalam selang waktu kurang dari satu menit.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Caracas dan negara bagian pesisir La Guaira, yang menjadi salah satu kawasan dengan kerusakan paling parah.

Sedikitnya 190 bangunan dilaporkan runtuh, sementara puluhan ribu bangunan lainnya mengalami berbagai tingkat kerusakan.

Pada tahap awal bencana, pemerintah memberlakukan keadaan darurat dan mengerahkan tim penyelamat untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Rumah sakit juga menerima gelombang besar korban luka dan warga yang membutuhkan perawatan.

6.462 Orang Berhasil Diselamatkan

Selain mencatat 6.509 korban meninggal dunia, pemerintah Venezuela menyatakan bahwa 6.462 orang telah berhasil diselamatkan sejak gempa terjadi.

Jorge Rodríguez juga melaporkan bahwa sebanyak 226.696 orang telah mendapatkan perawatan di rumah sakit sejak bencana berlangsung.

Angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan layanan atau pasien yang ditangani dan tidak secara otomatis berarti seluruhnya merupakan korban luka akibat gempa.

Sementara itu, proses pencarian korban masih berlanjut di sejumlah lokasi yang terdampak.

Puing-puing bangunan yang belum sepenuhnya dibersihkan menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas di lapangan.

Baca juga: Update Dampak Gempa Venezuela: Korban Tewas Capai 5.278 Orang, Puluhan Ribu Masih Hilang

Ratusan Ribu Ton Puing Dibersihkan

Skala kerusakan akibat gempa membuat proses pemulihan berlangsung cukup lama.

Pemerintah Venezuela menyebut tim gabungan telah mengangkut sekitar 600.790,70 ton puing, atau sekitar 28,61 persen dari total puing yang diperkirakan di wilayah terdampak.

Proses pembersihan melibatkan tim lokal, tenaga teknis internasional, serta sejumlah spesialis yang membantu penanganan pascabencana.

Penemuan jenazah baru di antara puing-puing menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian terus meningkat meskipun gempa telah terjadi hampir dua bulan sebelumnya.

Puluhan Ribu Rumah Diperiksa

Selain pencarian korban, pemerintah juga melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terdampak untuk menentukan apakah masih aman ditempati.

Dari 60.785 rumah yang telah dievaluasi:

-35.545 rumah dinyatakan masih layak huni;

-14.239 rumah masuk kategori dengan akses atau penggunaan terbatas;

-11.001 rumah dikategorikan berisiko tinggi.

Klasifikasi tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan rumah mana yang dapat kembali ditempati dan bangunan mana yang membutuhkan perbaikan atau harus dikosongkan demi keselamatan warga.

Ribuan Warga Masih Membutuhkan Tempat Tinggal

Kerusakan rumah membuat ribuan warga harus tinggal di tempat penampungan sementara. Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan menyediakan 4.000 rumah baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Namun, hingga laporan terbaru, baru 335 rumah yang telah diserahkan kepada keluarga terdampak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembangunan kembali masih jauh dari target yang telah dijanjikan pemerintah.

Di sejumlah wilayah, warga korban bencana masih menghadapi kondisi sulit karena harus bertahan di kamp-kamp darurat sambil menunggu tempat tinggal permanen.

Kerusakan Terparah Terjadi di La Guaira

Negara bagian La Guaira, yang berada di kawasan pesisir dan berdekatan dengan Caracas, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat dan sebagian lainnya runtuh sepenuhnya.

Proses pencarian dan pengangkutan jenazah di wilayah tersebut terus dilakukan setelah gempa. Sebelumnya, operasi pencarian juga melibatkan alat berat untuk membuka akses menuju lokasi-lokasi yang tertutup reruntuhan.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga berdampak pada berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta fasilitas publik. Pemerintah kemudian mengalihkan fokus dari operasi penyelamatan darurat menuju pemulihan dan rekonstruksi.

Korban Terus Bertambah Seiring Pembersihan Reruntuhan

Kenaikan jumlah korban dari waktu ke waktu terutama terjadi karena tim masih menemukan jenazah di bawah reruntuhan.

Pada 18 Agustus, misalnya, jumlah korban resmi telah mencapai 6.438 orang, sebelum kemudian naik menjadi 6.509 orang dalam laporan terbaru.

Sebelumnya, angka kematian juga meningkat secara bertahap dari ribuan menjadi lebih dari 5.000 orang sepanjang Juli. Pada 4 Agustus, otoritas Venezuela melaporkan jumlah korban telah mencapai 6.125 orang.

Dengan masih berlangsungnya pembersihan puing, pemerintah belum menutup kemungkinan adanya penemuan korban tambahan.

Pemerintah Mulai Fokus pada Rekonstruksi

Memasuki bulan kedua setelah bencana, pemerintah Venezuela mulai memusatkan perhatian pada pembangunan kembali kawasan yang rusak, penyediaan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, serta pemulihan fasilitas umum.

Namun, besarnya skala kerusakan membuat proses rekonstruksi diperkirakan membutuhkan waktu panjang.

Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan gempa tersebut menyebabkan sekitar US$19,6 miliar kerusakan fisik langsung, sementara kebutuhan pembangunan kembali dapat mencapai dua kali lipat atau lebih dari angka tersebut.

Hingga kini, pencarian korban, pembersihan reruntuhan, pemeriksaan bangunan, serta penyediaan tempat tinggal bagi para penyintas masih menjadi prioritas utama pemerintah Venezuela.

Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat gempa kembar Venezuela pada 24 Juni 2026 kini mencapai 6.509 orang.

Sebanyak 6.462 orang dilaporkan telah berhasil diselamatkan, sementara ratusan ribu orang telah menerima layanan medis dan puluhan ribu rumah masih harus dievaluasi.

Pemerintah pun terus melanjutkan pembersihan puing dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.