TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Perhelatan konser musik gratis yang menghadirkan grup musik NDX AKA dalam tajuk "Pati Full Vibes" di Halaman Stadion Joyokusumo, Kabupaten Pati, resmi dibatalkan setelah sempat memicu tanda tanya besar perihal siapa pihak penyelenggara acaranya.
Pembatalan agenda yang sedianya bakal dihelat pada Kamis (27/8/2026) tersebut diumumkan secara terbuka oleh manajemen melalui akun Instagram @ndxakatv pada Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Manajemen NDX AKA Membatalkan Konser Gratis Pati Full Vibes di Joyokusumo
Sebelum bermuara pada pembatalan, poster digital konser tersebut sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun lokal, termasuk akun Instagram @patihits.
Dalam selebaran digital tersebut, terpampang jelas lambang Pemerintah Kabupaten Pati yang disandingkan dengan logo peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati serta logo perayaan HUT ke-81 RI.
Kendati memuat simbol-simbol resmi pemerintahan daerah, selebaran publikasi tersebut sama sekali tidak mencantumkan lembaga atau promotor yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.
Ketiadaan identitas penyelenggara semakin janggal lantaran jadwal pertunjukan tersebut tidak pernah ada di dalam agenda resmi tur NDX AKA.
Penelusuran pada daftar kalender kegiatan resmi Pemerintah Kabupaten Pati melalui akun resmi @humaspati milik Humas Setda Kabupaten Pati juga tidak memuat agenda konser panggung hiburan tersebut.
Salah satu panitia peringatan Hari Jadi Pati di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Pati saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa malam (25/8/2026) turut mengaku tidak mengetahui asal-usul penyelenggara acara tersebut.
Sorotan publik kian meruncing lantaran jadwal konser berbenturan langsung dengan agenda keberangkatan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menuju ibu kota Jakarta.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu telah menjadwalkan aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 guna menyuarakan desakan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan vonis hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Munculnya konser gratis tanpa kejelasan panitia pada tanggal yang sama memicu kecurigaan sebagian warga yang menduganya sebagai upaya pengalihan perhatian publik dari pergerakan aksi unjuk rasa.
Menanggapi kegaduhan yang berkembang di akar rumput, manajemen NDX AKA melayangkan klarifikasi tertulis perihal keputusan pembatalan panggung mereka.
"Dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat menjelang pelaksanaan acara, NDX AKA dengan berat hati memutuskan membatalkan penampilan pada acara Pati Full Vibes," tulis manajemen NDX AKA dalam pengumuman resminya.
Grup musik asal Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa sikap pembatalan ini murni diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan bersama tanpa bermaksud menyudutkan kelompok tertentu.
"Keputusan ini diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga keamanan, kenyamanan, kondusivitas, serta hubungan baik dengan seluruh pihak. Pembatalan ini bukan untuk menyudutkan pihak mana pun, melainkan bentuk tanggung jawab NDX AKA dalam menyikapi situasi yang berkembang," lanjut keterangan tertulis tersebut.
Manajemen turut menyampaikan permohonan maaf kepada basis pendengar mereka di Kabupaten Pati dan menaruh harapan untuk dapat tampil di lain waktu.
Kandasnya rencana pertunjukan musik cuma-cuma tersebut mengundang tanggapan dari warga lokal, salah satunya penikmat konser asal Kecamatan Kayen, Rohman.
Rohman mengaku menyayangkan pembatalan panggung musik tersebut mengingat antusiasme masyarakat yang telah menantikan acara hiburan cuma-cuma itu.
"Menurut saya, pembatalan konser ini tentu sangat disayangkan, terutama bagi masyarakat yang sudah menunggu dan mungkin sudah mempersiapkan segala sesuatunya," ujar Rohman saat dimintai tanggapan.
Ia menuntut adanya penjelasan yang transparan dan jujur dari pihak-pihak terkait agar tidak timbul spekulasi yang membingungkan masyarakat luas.
"Tapi yang paling penting, pihak terkait bisa memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan pembatalan. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi yang simpang siur. Kalau memang ada pertimbangan keamanan atau faktor lain, saya kira masyarakat bisa memahami selama disampaikan dengan jelas," tandasnya.