POSBELITUNG.CO, BELITUNG - PT Hero Progres International (HPI) angkat bicara usai menggelar mediasi bersama perwakilan warga Desa Batu Penyu dan Polsek Gantung di Cafe Khairan 21, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Selasa (25/8/2026) sore.
Perusahaan pertambangan tersebut menyambut baik poin-poin aspirasi yang disampaikan oleh sekitar 20 perwakilan warga yang tergabung dalam gerakan masyarakat Peduli Kampung.
Humas PT HPI Santo, mengapresiasi para tokoh masyarakat dan kepolisian yang telah menginisiasi ruang dialog yang sejuk dan kondusif.
Ia menilai, musyawarah ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mencari solusi bersama atas keluhan operasional angkutan perusahaan.
"Terima kasih Pak Khairul sebagai tokoh masyarakat Batu Penyu. Tadi semua ketemu ada sekitar 20 orang ya," ujar Santo, Selasa (25/8/2026).
Merespons hal tersebut, Santo menegaskan bahwa perusahaan akan langsung bergerak cepat melakukan perbaikan fisik pada ruas jalan yang rusak.
Kata dia, perusahaan berjanji segera menimbun dan meratakan titik-titik jalan berlubang, serta membersihkan bebatuan tajam yang selama ini mengancam keselamatan pengguna jalan.
"Dari pihak perusahaan, untuk jalan yang bolong-bolong yang batu-batunya runcing itu segera, segera kita perbaiki," tegasnya.
Selanjutnya, PT HPI juga berkomitmen untuk mengatasi persoalan polusi debu yang mengganggu kenyamanan permukiman warga Desa Batu Penyu.
Santo memastikan bahwa perusahaan akan menyiagakan mobil tangki air khusus (unit siram) di rute lintasan operasional.
Mobil tangki air tersebut, kata Santo, akan disiagakan secara rutin untuk menyiram ruas jalan tanah merah guna meminimalisasi tebalnya paparan debu saat truk angkutan melintas.
"Insyaallah nanti kita siapkan mobil siram. Jadi mobil siram nanti kita standby-kan di situ," terangnya.
Santo pun meminta dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat Desa Batu Penyu untuk saling mengawasi pelaksanaan di lapangan.
"Makanya saya minta kerja sama dengan Pak Khairul dan rekan-rekan untuk saling mengingatkan. Saya terima kasih banyak yang bisa menjembatani segitu ramai, begitu banyak, tapi akhirnya jadi sejuk," ungkapnya.
Sementara itu, menanggapi usulan warga terkait pengalihan rute ke jalan alternatif, Santo mengaku belum bisa memberikan kepastian tanggal atau waktu pengeksekusiannya.
Sebab, infrastruktur dan kondisi jalur alternatif di Desa Lilangan, Kecamatan Gantung saat ini masih dalam proses persiapan serta belum siap untuk dilintasi kendaraan bertonase berat.
"Oh itu nanti kita belum bisa ngomong ya. Belum bisa ngomong karena yang di Lilangan ini kan lagi belum siap. Jadi kalau saya ngomong besok ndak mungkin, lusa pun ndak mungkin," jelasnya.
Untuk saat ini, Santo mengatakan fokus perusahaan adalah merealisasikan janji perbaikan jalan berlubang serta penyiraman debu secara intensif. Tujuannya agar aktivitas ekonomi masyarakat maupun operasional perusahaan dapat terus berjalan beriringan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
"Jadi itu andai-andai saja dulu. Tapi yang penting kita fokus ke perbaikan jalan yang batunya runcing-runcing ini nanti yang di Batu Penyu," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)