Dugaan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid Karena Alasan Politik
Asad Arifin August 25, 2026 11:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid kembali menjadi sorotan. Mantan pelatih Los Blancos, Rafael Benitez, menilai situasi yang dialami Alonso memiliki kemiripan dengan pengalamannya saat meninggalkan Santiago Bernabeu.

Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada Juni 2025. Namun, masa kerjanya berakhir pada Januari setelah hanya menangani klub selama beberapa bulan.

Secara statistik, Alonso sebenarnya memiliki catatan cukup solid bersama Madrid. Ia mencatat 24 kemenangan dari 34 pertandingan, dengan empat hasil imbang dan enam kekalahan.

Benitez melihat ada faktor lain di luar lapangan yang turut memengaruhi situasi Alonso. Ia bahkan menyebut adanya unsur politik yang membuat posisi pelatih Real Madrid menjadi lebih rumit.

Benitez Merasa Nasibnya Mirip dengan Alonso

Rafael Benitez. Eks pelatih Liverpool berusia 61 tahun ini dikontrak Everton selama 3 tahun menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke Real Madrid di awal musim 2021/2022. Setelah melewati 22 laga, ia dipecat pada 16 Januari 2022 usai hanya meraih 7 kemenangan dan 5 hasil imbang. (AFP/Paul Ellis)
Rafael Benitez. Eks pelatih Liverpool berusia 61 tahun ini dikontrak Everton selama 3 tahun menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke Real Madrid di awal musim 2021/2022. Setelah melewati 22 laga, ia dipecat pada 16 Januari 2022 usai hanya meraih 7 kemenangan dan 5 hasil imbang. (AFP/Paul Ellis)

Benitez pernah mengalami situasi serupa ketika menangani Real Madrid. Ia kehilangan pekerjaan setelah hanya 24 pertandingan, meski membawa tim memuncaki grup Liga Champions.

Saat itu, Benitez mencatat 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Ia disebut kehilangan dukungan dari ruang ganti, sebuah situasi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan apa yang dialami Alonso.

"Di Real Madrid, seperti yang Anda katakan, situasi Xabi memiliki banyak kemiripan dengan saya," ujar Benitez kepada BBC Sport.

"Alonso senang bekerja, menata segala sesuatunya, lalu berdiskusi dengan para pemain mengenai apa yang ingin mereka lakukan," sambung sosok yang pernah melatih Liverpool itu.

Dugaan Ada Faktor Politik di Real Madrid

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Benitez menilai pekerjaan pelatih Real Madrid tidak hanya berkaitan dengan taktik dan hasil pertandingan. Menurutnya, berbagai kepentingan di dalam klub dapat membuat posisi seorang pelatih menjadi lebih kompleks.

"Namun di Real Madrid, ada banyak unsur politik yang terlibat. Jadi, mungkin itulah sebabnya situasinya menjadi lebih rumit."

Alonso sebelumnya memiliki reputasi kuat setelah membawa Bayer Leverkusen meraih gelar ganda domestik tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024. Kini, ia memulai tantangan baru di Chelsea dan mengawali kiprahnya dengan kemenangan 3-2 atas Fulham.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.