SURYA.CO.ID, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menyambut positif rencana dibukanya rute baru Bus Damri yang menghubungkan Tulungagung dengan Pantai Serang di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kehadiran trayek angkutan umum itu diyakini mampu meningkatkan angka kunjungan pariwisata sekaligus menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat.
Langkah ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperluas konektivitas kawasan wisata terpadu dari Pacitan, Tulungagung, hingga Blitar.
Baca juga: Peternak Blitar Galang 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa di NTT
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Puguh Imam Santoso, mengungkapkan bahwa pihak manajemen Bus Damri telah turun ke lapangan guna memetakan jalur yang akan dilalui.
"Program itu masuk proyek strategis nasional untuk kawasan pariwisata. Rencana operasional Bus Damri dari Tulungagung ke Pantai Serang di Kabupaten Blitar diagendakan pada 2026," kata Puguh, Selasa (25/8/2026).
Jalur yang disurvei membentang dari Stasiun Tulungagung melewati Jembatan Ngujang 1, Srengat, Markas Sabilu Taubah milik Gus Iqdam, Rest Area Hand Asta Sih, hingga Terminal Tipe A Patria Blitar.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju destinasi wisata edukasi Kampung Coklat dan berakhir di Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo.
Baca juga: Bencana Irigasi Tulungagung, 900 Hektar Sawah Terancam Kering Efek Dam Pacar Ambrol
Pihak Dishub menyampaikan bahwa alokasi anggaran untuk pengoperasian trayek baru itu telah disiapkan oleh Kementerian Perhubungan.
"General Manager Damri Ponorogo bersama Area Manager di Surabaya sudah ketemu dengan kami dan Insyaallah program itu sudah dianggarkan di Kemenhub pada 2026," ujarnya.
Skema operasional awal direncanakan berjalan selama enam bulan guna melihat respons dan jumlah penumpang di sepanjang jalur itu.
"Kalau okupansinya bagus, operasionalnya bisa ditambah setahun atau malah diperpanjang," katanya.
Terkait besaran tarif, pihak Dishub belum dapat memastikan angka pastinya karena masih menunggu keputusan resmi.
"Bus Damri ini angkutan subsidi, sementara tarif Tulungagung-Pacitan Rp 21.000. Kalau untuk di Blitar kami belum tahu tarifnya berapa," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk jamaah pengajian dari luar daerah.
"Termasuk (komunikasi) dengan Gus Iqdam, beliau malah minta bisa tidak bus masuk ke sana (pondok), kalau itu tergantung dari Damri. Tapi, dengan adanya itu, warga dari Pacitan dan sekitarnya bisa memanfaatkan Bus Damri untuk ikut pengajian rutin di Gus Iqdam," pungkasnya.