Air Surut Akibat Kemarau, Pemko Banjarmasin Lakukan Pengerukan dan Normalisasi Sungai
Ratino Taufik August 26, 2026 05:52 AM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Musim kemarau yang berdampak pada surutnya air dimanfaatkan Pemerintah (Pemko) Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengeruk dan normalisasi sungai.

Program ini di antaranya dilakukan di perbatasan Sungai Baru dan Pekapuran, Sungai Pasar Rambai, juga Pulau Insan yang tengah digarap berkelanjutan.

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR mengatakan, normalisasi sungai terus dilakukan terlebih momentum kemarau saat ini waktu yang tepat untuk dilakukan pengerukan. "Bekerja saat musim saat ini lah yang pas, airnya rendah dan kelihatan material yang mengendap saat dikeruk," ujarnya.

Mengenai melimpahnya endapan lumpur hasil pengerukan, pihaknya meminta Dinas Lingkungan Hidup mengkaji pemanfaatannya untuk kebutuhan pemrosesan sampah di TPA.

Mengenai pengerukan di kawasan Pasar Rambai, Jalan H Djok Mentaya, Banjarmasin Tengah, salah seorang warga setempat, Dedi (47) mengungkapkan, sebelum pengerukan dilakukan, kondisi sungai sangat memprihatinkan dan menimbulkan aroma tidak sedap.

"Sebelum dibersihkan itu alirannya sangat dangkal dan bau sekali. Nyamuk juga jadi banyak sekali di sekitar sini. Sekarang setelah dikeruk, jalurnya jadi bersih dan lebih nyaman dilihat," ujar Dedi, Minggu (23/8).

Baca juga: Kondisi Rumah Warga di Halong Balangan Kalsel yang Tertimpa Pohon Tumbang Saat Angin Kencang

Ia menjelaskan, pencemaran di aliran sungai tersebut salah satunya dipicu perilaku warga luar yang kerap membuang sampah sembarangan sambil melintas. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang dari atas kendaraan tersebut lambat laun mengendap dan membendung aliran air. "Banyak pengendara dari luar yang sambil lewat main lempar sampah saja ke sini," bebernya.

Diungkapkannya, zaman dulu sungai ini cukup dalam, sekitar dua meter dengan bagian dasar sungai adalah pasir. Dahulu kapal pun masih bisa masuk dan warga sering mandi di Sungai Rambai ini.

Menurut Dedi, pengerukan yang selama ini dilakukan tidak mampu mengeruk material maupun endapan secara maksimal. Pembersihan secara manual juga terbatas dari segi tenaga dan peralatan.

Ia pun berharap pemeliharaan dan pengerukan sungai di kawasan tersebut dapat dilakukan secara berkala oleh Pemko Banjarmasin, tidak hanya saat ini saja.

Terpisah Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Khairina Rahmi menjelaskan, mereka memacu pengerukan dan normalisasi aliran sungai di sejumlah titik strategis memanfaatkan kondisi musim kemarau.

Di antaranya pengerukan sungai di kawasan Pasar Rambai yang sudah dirampungkan. Setelah pengerjaan di lokasi tersebut selesai, alat berat yang langsung dikerahkan untuk melanjutkan proses pengerukan di kawasan Sungai Baru.

Dalam pengerukan di Pasar Sungai Rambai, petugas di lapangan sempat menghadapi sejumlah kendala teknis saat pengerjaan berlangsung. "Mulai dari banyak kabel utilitas yang membentang, tumpukan sampah rumah tangga, hingga keberadaan jembatan warga. Tim kami pakai wheel excavator untuk menjangkau di area sempit," terang Emmy, sapaan akrabnya.

Selain Sungai Pasar Rambai, beberapa titik yang menjadi fokus pengerukan saat ini di antaranya kawasan Sungai Baru, Sungai Belitung atau Sungai Duyung, Pulau Insan Jalan Japri Zamzam, hingga kawasan Sutoyo S.

Kini juga masih berlangsung normalisasi di kawasan Gatot Subroto, usai rampung pengerjaan rencananya akan digeser ke sepanjang Sungai A Yani, mulai dari kawasan Kilometer 1-6.

Program normalisasi sungai tahun ini dilaksanakan menggunakan metode swakelola dengan total alokasi anggaran mencapai sekitar Rp 4,5 miliar.

Dijabarkan Emmy, anggaran tersebut dialokasikan untuk operasional, perawatan, hingga penyewaan alat berat penunjang. Penggunaan sistem swakelola dinilai lebih fleksibel karena memudahkan pergerakan alat berat berpindah-pindah lokasi sesuai kebutuhan lapangan.

Untuk memaksimalkan pengerukan di area yang berbeda-beda, ragam alat berat diterjunkan.

Pemko menyiagakan dua unit wheel excavator untuk area Pasar Rambai dan Belitung, excavator PC 75 long arm di Gatot Subroto, serta excavator PC 200 di atas ponton untuk menyisir kawasan Pulau Insan. Sedangkan untuk pengerukan di Sungai Baru, pengerjaan didukung oleh unit excavator amphibious.(banjarmasinpost.co.id/mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.