Dewan Dorong Semangat Kemerdekaan Terus Ditanamkan pada Generasi Muda
Haorrahman August 26, 2026 08:56 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Semangat kemerdekaan dinilai tidak boleh berhenti pada perayaan setiap bulan Agustus.

Nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

Hal itu ditekankan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M Zaini saat podcast Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) kerjasama DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Tribunjatim Network di SD Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek.

Menurut Zaini, kegiatan yang melibatkan anak-anak sejak usia dini menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan makna kemerdekaan.

Terlebih, anak-anak yang mengikuti kegiatan Mamamia Carnaval ini merupakan generasi yang kelak akan meneruskan pembangunan Kabupaten Pasuruan.

“Saya hadir di sini juga dalam rangka memberikan support kepada anak-anak, khususnya penerus bangsa. Agar ke depan lebih mencintai dan mengisi hari kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif,” kata Zaini.

Baca juga: Tabrakan Dua Motor di Nguling Pasuruan Terekam CCTV, Satu Pengendara Tampak Terlempar

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.

Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat membawa perubahan terhadap pola hidup dan cara anak-anak mendapatkan informasi.

Di satu sisi, perkembangan tersebut membuka banyak peluang.

Namun, di sisi lain, anak-anak tetap membutuhkan pendampingan agar tidak kehilangan nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia.

Karena itu, Zaini menyebut pemerintah dan DPRD memiliki peran untuk terus memberikan edukasi sekaligus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

“Tugas kami sebagai DPRD juga perlu mengedukasi, mendorong dan membersamai. Agar ke depan anak-anak ini bisa menghargai sekaligus mengisi dan mewarisi kemerdekaan dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.

Baca juga: Sejumlah Motor Rusak Diduga Terdampak Ban Dump Truk Pecah di Pasar Wonorejo Pasuruan

Zaini berharap semangat kemerdekaan tidak hanya muncul ketika memasuki bulan Agustus.

Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga melalui kegiatan yang positif dan melibatkan masyarakat.

Ia mendorong agar berbagai kegiatan olahraga, seni, kreativitas maupun kegiatan sosial yang melibatkan anak-anak dan masyarakat dapat terus dikembangkan sepanjang tahun.

“Semangat ini harus berkelanjutan, tidak hanya di bulan Agustus. Peran kami terus mendorong dan membersamai dalam rangka melanjutkan estafet semangat kemerdekaan ini ke bulan-bulan selanjutnya,” katanya.

Menurut Zaini, cara menanamkan nasionalisme juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman.

Teknologi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan nilai-nilai kemerdekaan.

Misalnya melalui aplikasi, permainan edukatif bertema kemerdekaan maupun konten-konten kreatif yang dekat dengan dunia anak.

“Langkah kami setidaknya memberikan ruang kepada anak-anak untuk mencintai negara ini lewat teknologi yang menjadi kebutuhan mereka. Bisa melalui aplikasi, game yang berhubungan dengan kemerdekaan dan konten-konten yang menarik,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Hadirkan Layanan Vaksin Internasional di RSUD Bangil dan Grati

Selain pemerintah dan sekolah, Zaini menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga karakter dan rasa nasionalisme anak.

Pendampingan di rumah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan yang diterima anak di sekolah.

Orang tua diharapkan ikut mengarahkan anak agar perkembangan teknologi tetap memberikan dampak positif.

“Kami terus mendorong dan mengedukasi para wali murid untuk memberi pendampingan kepada anak-anak,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa memaknai kemerdekaan bagi generasi muda tidak harus selalu dilakukan melalui sesuatu yang besar.

Anak-anak dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar, berprestasi, berolahraga, berkarya serta mengikuti berbagai kegiatan positif.

Menurutnya, ruang ekspresi tersebut penting agar anak-anak dapat berkembang sesuai minat dan bakatnya, sekaligus tetap mengenal budaya dan karakter bangsa.

Kegiatan Mamamia Carnival yang diikuti anak-anak TK, RA dan PAUD se-Kecamatan Pohjentrek, kata Zaini, menjadi contoh semangat kemerdekaan dapat dikenalkan dengan cara yang menyenangkan.

Anak-anak tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kreativitas dan budaya Indonesia melalui kegiatan tersebut.

“Ini menjadi bukti kecil kegiatan hari ini. Anak-anak mengikuti karnaval bersama orang tuanya. Artinya, kita juga memberikan pesan kepada orang tua untuk terus mendampingi anak-anak sebagai penerus bangsa,” ujarnya.

Baca juga: DPRD-Pemkab Pasuruan Sepakati Perubahan APBD 2026, Program Prioritas Tetap Jalan

Zaini berharap, generasi muda Kabupaten Pasuruan nantinya mampu tumbuh menjadi generasi yang berkualitas tanpa meninggalkan identitas dan budaya Indonesia.

Ia menegaskan, membentuk generasi penerus bukan hanya menjadi tugas orang tua.

Pemerintah, DPRD, sekolah, masyarakat dan pihak swasta juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Tidak hanya orang tua, tetapi juga pihak sekolah, swasta dan pemerintah harus terus memberikan edukasi dan mendampingi anak-anak,” tegasnya.

Bagi Zaini, kegiatan seperti Mamamia Carnival juga dapat menjadi pengalaman positif yang akan diingat anak-anak ketika mereka tumbuh dewasa.

Dari pengalaman sederhana tersebut, diharapkan tumbuh pemahaman bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan nilai yang harus dijaga dan diisi.

“Semoga kegiatan hari ini menjadi memori indah bagi anak-anak untuk meneruskan perjuangan bangsa Indonesia, menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang kreatif, inovatif dan positif,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.