Mahasiswa Hukum Harkat Negeri Raih Best Inspiring Award Nasional, Gagasan AI untuk Demokrasi Digital
abduh imanulhaq August 26, 2026 09:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Harkat Negeri. Moh. Zidan Abdurrasid, mahasiswa Program Studi S1 Hukum Fakultas Sosial dan Humaniora, berhasil meraih Best Inspiring Award pada ajang Government Insight Competition (GIC) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Kompetisi yang berlangsung secara daring pada 24 Mei–11 Juni 2026 tersebut mengangkat tema "Peran Strategis Pemuda dalam Menjawab Dinamika dan Tantangan Global".

Ajang ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang menyampaikan gagasan inovatif terkait isu pemerintahan, hukum, dan kebijakan publik.

Pada kompetisi tersebut, Zidan mengangkat karya tulis ilmiah berjudul "Kedaulatan Tanpa Algoritma: Urgensi Regulasi Akuntabilitas Kecerdasan Buatan untuk Melindungi Demokrasi Digital Indonesia."

Ia mengulas tantangan yang muncul akibat berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), mulai dari rekayasa persepsi publik, penyalahgunaan data, hingga ancaman penyebaran deepfake yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi.

Selain mengkaji berbagai regulasi internasional, karya tersebut juga menyoroti masih terbatasnya pengaturan mengenai akuntabilitas algoritma di Indonesia.

Sebagai solusi, Zidan menawarkan rekomendasi kebijakan yang menempatkan transparansi, pengawasan manusia, perlindungan data pribadi, serta keterlibatan generasi muda sebagai elemen penting dalam menjaga kedaulatan informasi di era digital.

Zidan mengaku mengikuti kompetisi tersebut sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap isu hukum yang berkembang.

"Saya mengikuti lomba ini karena memiliki ketertarikan terhadap isu hukum dan politik di Indonesia. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan analisis sekaligus menuangkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan hukum di Indonesia," ujarnya.

Ia mengungkapkan, proses penyusunan karya ilmiah memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari pendalaman referensi hingga penyusunan argumentasi yang sistematis.

"Ketika dinyatakan memperoleh penghargaan Best Inspiring Award, saya merasa sangat bersyukur. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya kerja keras, ketelitian, dan keberanian menyampaikan gagasan secara ilmiah. Saya berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui penelitian maupun karya ilmiah lainnya," tambahnya.

Ketua Program Studi S-1 Hukum Universitas Harkat Negeri, David Bani Adam, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, prestasi Zidan menunjukkan bahwa mahasiswa hukum mampu menghadirkan gagasan yang relevan terhadap perkembangan teknologi dan dinamika hukum nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Moh. Zidan Abdurrasid atas prestasi yang diraih. Gagasan yang diangkat mencerminkan perpaduan antara kecakapan akademik, kepekaan sosial-politik, serta keberanian intelektual dalam memberikan kritik konstruktif terhadap perkembangan regulasi kecerdasan buatan. Di tengah pesatnya perkembangan AI, mahasiswa hukum harus mampu memastikan bahwa teknologi tetap berada dalam koridor hukum, etika, dan kepentingan publik," ungkap David.

Ia menambahkan, karya tersebut juga mengingatkan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh menjadi pengendali proses demokrasi tanpa adanya mekanisme akuntabilitas yang jelas.

"AI harus menjadi alat yang membantu manusia, bukan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hak-hak dasar masyarakat. Karena itu, diperlukan regulasi yang mampu menjamin transparansi algoritma, perlindungan data pribadi, serta pengawasan yang memadai. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Harkat Negeri mampu menghadirkan solusi akademik terhadap tantangan bangsa sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk aktif mengawal demokrasi digital Indonesia," tandasnya. (***)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.