TRIBUNJATENG.COM, OKU TIMUR - Dua nyawa melayang di Jalan Raya Belitang BK 8, Desa Suka Rame, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kecelakaan maut melibatkan mobil Mitsubishi Colt Diesel L300 warna hitam bernomor polisi BG 9882 Y yang membawa 16 orang, terdiri dari seorang pengemudi dan 15 penumpang.
Kendaraan tersebut mengalami kecelakaan hingga terguling ke luar badan jalan.
Baca juga: Motor Oleng saat Betulkan Tabung Gas, Pemuda Tewas Tabrak Pembatas
Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara satu korban lainnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain dua korban meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat dan tujuh orang lainnya mengalami luka ringan.
Sementara lima penumpang dilaporkan tidak mengalami luka.
Kronologi
Kasat Lantas Polres OKU Timur, AKP Herman, menjelaskan kecelakaan bermula saat Mitsubishi L300 yang dikemudikan Roihan Pradana (21), warga Desa Tugu Harum, Kecamatan Belitang Mulya, melaju dari arah Gumawang menuju Martapura.
Saat itu, kendaraan membawa 15 penumpang.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mengambil lajur sebelah kanan karena hendak mendahului sepeda motor yang berada di depannya.
Namun, manuver tersebut justru berujung petaka.
Pengemudi diduga tidak memperhatikan kondisi jalan di sisi kanan yang terdapat lubang.
Pengemudi kemudian terkejut dan membanting kemudi ke kiri hingga kendaraan oleng dan kehilangan kendali.
"Setelah kendaraan oleng, pengemudi kembali membanting kemudi ke kanan hingga masuk ke lajur kanan dan akhirnya terguling di luar badan jalan," jelas AKP Herman, Selasa (25/8/2026).
Kendaraan yang terguling menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Dua orang kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Petugas Satlantas Polres OKU Timur langsung melakukan penanganan di lokasi kecelakaan.
Polisi juga mengamankan kendaraan dan barang bukti serta melakukan pendataan terhadap korban maupun saksi.
Pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui secara lengkap penyebab kecelakaan tersebut.
"Kami masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait kecelakaan ini. Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi jalan, tidak memaksakan diri saat mendahului, dan memastikan kendaraan serta penumpang dalam kondisi aman," ujar Herman.
Sementara itu, Kapolres OKU Timur, AKBP Lalu Hedwin Hanggara, mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika berkendara.
Menurutnya, kecelakaan tersebut menjadi pengingat bahwa pengendara harus mempertimbangkan kondisi jalan dan situasi lalu lintas sebelum mengambil keputusan, terlebih ketika membawa banyak penumpang.
"Jangan karena ingin cepat sampai, keselamatan justru dipertaruhkan. Kurangi kecepatan, konsentrasi saat berkendara, dan jangan mengambil risiko saat kondisi jalan tidak memungkinkan untuk mendahului," tegas Lalu Hedwin.
Kapolres juga meminta masyarakat memperhatikan jumlah penumpang yang dibawa serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum digunakan.
Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dan tidak boleh dikorbankan demi mengejar waktu tempuh perjalanan.
"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan. Jangan mengambil keputusan yang berisiko ketika kondisi jalan maupun situasi lalu lintas tidak memungkinkan," katanya.
Atas kejadian tersebut, Kapolres OKU Timur bersama jajaran menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Ia juga berharap para korban yang mengalami luka segera mendapatkan kesembuhan.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Kepada masyarakat, jadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama. Utamakan keselamatan, karena satu keputusan di jalan dapat menentukan keselamatan banyak orang," tutup Lalu Hedwin. (*)
Baca juga: Pikap Adu Banteng dengan Bus, Sopir dan Kernet Tewas