Renungan Katolik Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026, Tantangan Menjadi Pelayanan Tuhan yang Tak Pantas
Gordy Donovan August 26, 2026 08:58 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 26 Agustus 2026.

Tema renungan katolik hari ini " Tantangan Menjadi Pelayanan Tuhan yang Tak Pantas".

Renungan katolik hari ini disiapkan untuk hari biasa Pekan XXI Tahun A.

Bacaan hari Rabu: 2Tes 3:6-10.16-18; Mzm 128:1-2.4-5; Mat 23:27-32 dan BcO 1Tim 1:1-20.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 26 Agustus 2026, Melawan Dirimu Sendiri

Bacaan Pertama: 2Tes 3:6-10.16-18; 

Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!

Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-2.4-5; 

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleuia

Bacaan injil katolik: Mat 23:27-32 

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh. Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

TANTANGAN MENJADI PELAYAN TUHAN YANG TAK PANTAS 

(2Tes. 3:6-10.16-18; Mzm. 128:1-2.4-5; Mat. 23:27-32).

"Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dlabur putih." (Mat. 23:

Kelakuan menentukan gambaran model diri dan bentuk hidup yang sesungguhnya. Fakta selalu berbicara apa adanya tentang hidup yang hendak kita bangun seturut perbuatan yang kita tampilkan itu. Mengimpikan hidup itu terberkati, namun perbuatan tak menunjang harapan itu. Kita umumnya mau supaya rezeki yang pantas itu selalu tersedia, namun kita malas bekerja. Hidup itu harus bermartabat, berwibawa dan penuh keharuman, namun fakta membuktikannya seperti kuburan. 

Yesus dalam Injil tak segan-segan mengecam para Farisi dan ahli Taurat yang tampak luar begitu indah, namun bagian dalam memuakkan dan busuk karena hidup dalam kemunafikkan dan kedurjanaan. Hidup tampak suci padahal tidak religius karena motivasi tidak murni dan mencemarkan diri. Kerendahan hati, kejujuran  dan kesetiaan di dalam menjalankan tugas panggilan hidup sebagai umat beriman, penganut Tuhan itu yang terpenting. Godaan akan kesombongan untuk meruntuhkan rencana indah Tuhan dalam hidup sebagai pelayan selalu terbuka lebar. Ketersesatan bisa saja terjadi. Kejelian pengendalian diri dari beragam pencobaan adalah tindakan mawas diri. Kita tak bisa menyembunyikan kelemahan manusiawi yang kadang muncul entah spontan atau pun melalui niat dan kelalaian. Kejujuran berkomunikasi intens dengan diri untuk bertobat, membarui diri dan hati, dari keadaan ketakteraturan hidup membantu kita untuk tinggal dalam rahmat Tuhan. Tuhan menuntut upaya yang kuat untuk menjadi pelayan-Nya yang membutuhkan kuasa-Nya dan bukan kekuatan diri sendiri. Tuhan membimbing kita dengan kuasa Ilahi-Nya agar melalui pertobatan, hati benar dan hidup dengan adil. 

Santo Paulus menasihati umat Tesalonika agar hidup tertib, teratur,  santun dan rajin kerja. Bagi sesama yang hidup tidak tertib dan tidak bekerja sebaiknya dihindari, lalu menolong mereka dengan berdoa agar mereka pun mendapat berkat Tuhan, tandas Paulus. "Barang siapa tidak bekerja, janganlah ia makan." (2Tes. 3:10). Bekerja membantu untuk memiliki sikap rendah, menolong dan memberi teladan serta menjadikan diri kita baik. Hendaknya berkat pertongan Tuhan kita rajin bekerja.

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Berbahagialah orang yang takwa pada Tujan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu." (Mzm. 128:1-2). 

Hikmat yang dapat kita petik:

Meneliti diri sebagai  pelayan Tuhan yang rapuh akan menguatkan dan mendorong kita untuk giat berbenah.

Dengan giat bekerja Tuhan mendesak kita untuk melakukan kebaikan pada saat ada kesempatan. Sebab tanggung jawab atas hidup tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi yang lain.

Kita adalah alat Tuhan untuk melakukan misi-Nya. Sadar bahwa kita lemah, maka upaya membarui diri perlu agar sanggup melayani Dia dalam diri sesama dan bukan kepentingan diri sendiri. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan Biasa XXI/A/II, 260826). (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.