iPhone Ultra Diprediksi Tembus Rp30 Juta, tapi Malah Kehilangan 2 Fitur Penting
Facundo Chrysnha Pradipha August 26, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Apple dikabarkan tengah menyiapkan iPhone lipat pertamanya yang kemungkinan akan diberi nama iPhone Ultra.

Perangkat tersebut diperkirakan meluncur bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max sekitar September 2026, dengan harga awal yang disebut berada di kisaran 2.000 dolar AS atau lebih.

Dengan harga yang dibanderol setinggi itu, iPhone Ultra tentu diharapkan membawa spesifikasi kelas atas.

Namun, laporan terbaru dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, menyebut perangkat ini justru akan hadir dengan sejumlah keterbatasan pada fitur penting, terutama kamera dan sistem biometrik seperti Touch ID atau Face ID.

iPhone Ultra Dipuji oleh Penguji Awal

Meski memiliki beberapa keterbatasan, iPhone Ultra disebut mendapatkan respons positif dari orang-orang yang telah mencoba perangkat tersebut.

Dalam buletin Power On, Gurman mengatakan para penguji awal menyukai desain iPhone Ultra yang ringkas ketika dilipat.

Mekanisme engselnya juga disebut terasa kokoh dan memiliki daya tahan yang baik.

Saat dibuka, ponsel ini diperkirakan menawarkan layar internal berukuran sekitar 7,8 inci, sementara layar eksternalnya berukuran sekitar 5,5 inci.

Konsep tersebut membuat iPhone Ultra memiliki bentuk seperti buku, dengan layar besar yang dapat digunakan untuk produktivitas, bermain gim, menonton video, hingga multitasking.

Baca juga: Apple Siap-siap Naikkan Harga iPhone 18 Pro, Diprediksi Tembus Rp20 Jutaan

Apple juga dikabarkan mengoptimalkan iOS untuk layar berukuran besar.

Tata letak aplikasi yang menyerupai iPad disebut menjadi salah satu keunggulan perangkat ini.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengalaman menggunakan iPhone Ultra tampaknya menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Sayangnya, pengalaman tersebut harus dibayar dengan sejumlah keterbatasan hardware.

Kamera Telefoto Dikabarkan Hilang

Salah satu keterbatasan terbesar pada iPhone Ultra terdapat pada sektor kamera.

iPhone Ultra diperkirakan hanya memiliki dua kamera belakang, yakni kamera utama 48 megapiksel dan kamera ultra-wide.

Yang menarik, perangkat ini disebut tidak akan memiliki kamera telefoto khusus.

Padahal, kamera telefoto telah menjadi salah satu fitur yang cukup penting pada smartphone flagship, terutama untuk mengambil foto dari jarak jauh tanpa terlalu mengorbankan kualitas gambar.

Ketiadaan kamera telefoto menjadi semakin dipertanyakan karena iPhone Ultra diperkirakan dibanderol mulai 2.000 dolar AS (sekitar Rp35,4 juta).

Konsumen yang bersedia mengeluarkan uang sebanyak itu tentu dapat berharap mendapatkan kemampuan kamera yang tidak kalah dengan smartphone premium lainnya.

Gurman bahkan menyebut absennya kamera telefoto berpotensi menjadi pertimbangan bagi pengguna iPhone Pro yang ingin beralih ke perangkat lipat.

Mereka mungkin justru memilih iPhone 18 Pro Max apabila kemampuan kamera menjadi prioritas.

Face ID Juga Disebut Digantikan Touch ID

Kamera bukan satu-satunya fitur yang dikabarkan dikorbankan Apple.

iPhone Ultra juga disebut akan kembali menggunakan Touch ID, bukan Face ID seperti yang selama ini menjadi ciri khas iPhone modern.

Sensor sidik jari tersebut diperkirakan akan ditempatkan pada tombol daya di sisi perangkat.

Keputusan ini diduga berkaitan dengan upaya Apple membuat iPhone Ultra tetap sangat tipis.

Saat dibuka, perangkat tersebut diperkirakan memiliki ketebalan hanya sekitar 4,5 milimeter.

Dengan ruang internal yang sangat terbatas, Apple kemungkinan harus memilih desain biometrik yang lebih sederhana dibandingkan sistem Face ID.

Menariknya, keputusan tersebut tidak selalu menjadi kekurangan bagi semua pengguna.

Sebagian orang mungkin justru lebih menyukai sensor sidik jari karena dapat digunakan dengan cepat tanpa harus mengarahkan wajah ke layar.

Harga Rp30 Jutaan, Fitur Penting Malah Diprediksi Hilang

Keterbatasan hardware sebenarnya bukan sesuatu yang aneh pada smartphone lipat.

Produsen harus memasukkan mekanisme engsel, dua layar, baterai, dan berbagai komponen lain ke dalam bodi yang tetap tipis dan nyaman digenggam.

Masalahnya, iPhone Ultra diperkirakan memiliki harga mulai sekitar 2.000 dolar AS, bahkan varian dengan kapasitas penyimpanan lebih besar disebut bisa menembus 2.500 dolar AS.

Dengan kurs sekitar Rp17.700 per dolar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp35,4 juta hingga Rp44,3 juta, sebelum memperhitungkan pajak dan biaya lainnya.

Pada rentang harga tersebut, konsumen tentu memiliki ekspektasi yang sangat tinggi.

Hilangnya kamera telefoto dan Face ID bisa menjadi hal yang sulit diterima, terutama bagi pengguna yang selama ini menganggap kedua fitur tersebut sebagai bagian penting dari pengalaman iPhone kelas premium.

Apple Tampaknya Lebih Memprioritaskan Desain Tipis

Jika berbagai laporan tersebut benar, Apple tampaknya memilih memprioritaskan ketipisan, desain, dan pengalaman layar lipat dibandingkan mempertahankan seluruh fitur hardware yang tersedia pada iPhone flagship konvensional.

Strategi tersebut cukup masuk akal untuk produk generasi pertama.

Apple perlu memastikan perangkat tetap tipis, nyaman dibawa, memiliki engsel yang kuat, sekaligus menawarkan pengalaman software yang optimal pada layar besar.

Namun, keputusan tersebut juga membuat iPhone Ultra menghadapi tantangan besar.

Konsumen bukan hanya akan membandingkannya dengan ponsel lipat lain, tetapi juga dengan iPhone 18 Pro Max yang kemungkinan memiliki kemampuan kamera dan fitur biometrik lebih lengkap.

Pada akhirnya, daya tarik iPhone Ultra mungkin tidak semata-mata terletak pada jumlah fitur yang dimilikinya, melainkan pada bagaimana Apple menggabungkan desain lipat, software, daya tahan engsel, dan pengalaman penggunaan dalam satu perangkat.

Jika harganya benar-benar dimulai dari 2.000 dolar AS, pertanyaan terbesar bagi calon pembeli bukan lagi apakah iPhone Ultra inovatif, tetapi apakah desain lipat Apple cukup menarik untuk membenarkan hilangnya beberapa fitur penting tersebut.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.