Keluarga Pelajar Tewas Terlindas Truk Sampah di Kramat Jati Mengaku Diintervensi Kelurahan
Dian Anditya Mutiara August 26, 2026 10:20 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, CAWANG - Keluarga HH (18), pelajar tewas terlindas truk sampah di depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku mendapat intervensi dari pihak Kelurahan Cawang terkait proses hukum kecelakaan tersebut.

Ayah korban, Ery Yusnovi, menceritakan hal tersebut saat dihubungi Tim Warta Kota, Rabu (26/8/2026).

Ery mengatakan, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, pihak kelurahan bersama perangkat RT dan RW datang ke rumah orangtuanya di Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Saat itu, Ery bersama kuasa hukumnya sedang berada di Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Kami diterima oleh salah satu staf khususnya lah gitu. Di saat kami berkoordinasi melakukan pertemuan di situ, ternyata di waktu yang sama pihak Kelurahan dengan beberapa stafnya dan ketua RW datang ke rumah orang tua saya, neneknya korban. Nah dia datang membawa surat yang memang dengan sudah ada materai gitu," kata Ery, Rabu.

Baca juga: Empat Keluarga Korban Kecelakaan Maut Terima Santunan, Polisi Pastikan Pendampingan Berlanjut

Menurut Ery, surat tersebut berisi pernyataan bahwa keluarga HH tidak akan menuntut secara hukum setelah kecelakaan yang menewaskan korban di depan Pasar Kramat Jati.

Poin lainnya, keluarga disebut tidak diperbolehkan memproses secara hukum sopir truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Ery mengatakan, orangtuanya yang merupakan kakek dan nenek HH menolak menandatangani surat tersebut.

Ia mengklaim pihak kelurahan sempat meminta kedua orangtuanya untuk menandatangani surat tersebut.

"Tapi pihak dari kakek-neneknya enggak mau, ya karena ini urusan orang tua (Ery) gitu kan. Ya seperti agak memaksa tanda tangan (ke Nenek dan Kakeknya HH), 'enggak papa Bu, Ibu mewakili juga kok, tanda tangan aja. Kakeknya juga'," ungkap Ery menirukan ucapan pihak kelurahan.

Baca juga: Pelajar MAN 6 Tewas Terlindas Dump Truk di Jalan Raya Bogor Kramat Jati

Ery memastikan, kedua orangtuanya tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut.

Ia meminta pihak kelurahan tidak melakukan intervensi terhadap persoalan kecelakaan yang menurutnya berkaitan dengan kelalaian pemerintah.

Ery juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di atas trotoar di sekitar lokasi kejadian.

"Jadi kan seperti itu bentuk intervensinya. 'Enggak papa Bu, Ibu tanda tangan aja'. Tidak, tidak tanda tangan (kakek dan nenek korban)," tuturnya.

Lurah Cawang Bantah Ada Intervensi

Lurah Cawang Gia Junian Putranto membantah tudingan melakukan intervensi terhadap keluarga HH.

Menurut Gia, kedatangannya bersama jajaran ke rumah keluarga korban dilakukan karena sebelumnya Ery disebut telah menyatakan akan menandatangani surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan menuntut secara hukum setelah kecelakaan tersebut.

"Sebelumnya ayah korban menyatakan akan menandatangani surat pernyataan karena tidak akan menuntun hukum dan lain-lain, hanya itu saja dan tidak ada pemaksaan pas yang bersangkutan tidak berkenan maka tidak ada pemaksaan untuk penandatanganan," jelas Gia.

Baca juga: Terjadi Lagi, Kecelakaan Maut di Jalan Lauser Kebayoran Baru Jaksel Sebabkan Pengendara Motor Tewas

Gia mengatakan, Ery sebelumnya juga sempat menyatakan bersedia menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut atau memproses secara hukum kematian HH akibat terlindas truk sampah Dinas Lingkungan Hidup.

"Hanya itu pas kemaren tidak berkenan ya tidak di lanjutkan karena saya juga kan bukan masuk ke wilayah yang kejadian lokasi dan bukan yang terdampak langsung," tandasnya.

Kronologi Pelajar Tewas Terlindas Truk Sampah

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Rumah Makan Kuring, Pasar Induk Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026) pagi.

Korban merupakan pengendara sepeda motor Honda Beat B 3122 SDL berinisial HH (18), warga Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

HH diketahui merupakan pelajar MAN 6 Jakarta.

Warga yang melihat kecelakaan tersebut sempat berteriak "Allahuakbar" dan kemudian mendatangi lokasi korban terjatuh.

Baca juga: Nyawa Pelajar Melayang di Jalan Licin Kramat Jati, Pramono Tindak Tegas Pedagang

Korban sempat dibiarkan di lokasi, begitu pula truk yang terlibat kecelakaan.

Tak lama kemudian, warga sekitar menutupi jenazah korban menggunakan kardus.

Beberapa menit berselang, ambulans tiba di lokasi dan membawa jenazah HH ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kanit Gakkum Satlantas Wilayah Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta menerangkan, awalnya korban melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat tiba di lokasi kejadian, korban diduga tergelincir karena kondisi jalan licin.

"Korban yang terjatuh ke sebelah kanan langsung disambar dump truk B 9728 TOQ dengan pengemudi AS," ujar Darwis, Selasa (18/8/2026).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.