BANGKAPOS.COM - FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 divisi premier atau divisi 1.
Turnamen baru resmi bentukan FIFA ini akan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Dua stadion berskala internasional akan menjadi venue seluruh pertandingan divisi premier yang terdiri dari dua grup.
Stadion tersebut telah ditetapkan oleh PSSI yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dan Stadion Jalak Harupat Bandung Jawa Barat.
Grup A dihuni Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura dan Bangladesh. Sedangkan Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina dan Pakistan.
Baca juga: Timnas Indonesia Skuad Termahal di FIFA ASEAN Cup 2026, Saingan Dekatnya Mengejutkan
Berikut profil singkat dua stadion tersebut, dirangkum dari Wikipedia.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah stadion sepak bola bertaraf internasional yang terletak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan kapasitas sekitar 77.193 penonton.
SUGBK dibangun sejak 8 Februari 1960 atas gagasan Presiden Soekarno demi menyambut perhelatan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta.
Baca juga: Daftar Pemain Termahal Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Pembangunannya selesai pada 21 Juli 1962 dengan memanfaatkan bantuan dana serta teknis dari Uni Soviet.
Ciri paling legendaris dari mahakarya rancangan arsitek Indonesia Frederik Silaban bersama para insinyur Uni Soviet ini adalah konstruksi atap baja berbentuk oval raksasa yang dikenal dengan istilah "Temu Gelang".
Baca juga: Profil Jay Idzes Pemain Termahal Timnas Indonesia Bakal Tampil di FIFA ASEAN Cup 2026
Atap ini menyatu melingkar tanpa pilar penyangga di bagian tengah tribun. Ide orisinal ini datang langsung dari Bung Karno dengan filosofi agar seluruh penonton terlindung dari hujan maupun terik matahari, sekaligus menyimbolkan semangat persatuan bangsa yang tidak terputus.
SUGBK telah melewati tiga generasi event sepak bola regional maupun internasional.
1. Era Awal & Asian Games (1958–1962)
2. Era Orde Baru & Perubahan Nama (1984–2001)
3. Era Reformasi hingga Sekarang (2001–2026)
Stadion Si Jalak Harupat (SJH) adalah stadion olahraga bertaraf internasional yang terletak di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan kapasitas sekitar 27.000 penonton.
Stadion kebanggaan masyarakat Sunda ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bandung dan menjadi salah satu homebase utama bagi tim papan atas Liga 1, Persib Bandung, serta klub lokal Persikab Bandung.
Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan seorang Pahlawan Nasional asal Bojongsoang, Bandung, yaitu Raden Otto Iskandardinata.
Dalam kebudayaan Sunda, kata Jalak Harupat merupakan sebutan untuk ayam jantan aduan yang dikenal kokoh, memiliki kokok yang kuat, tangguh saat bertarung, dan tidak pernah menyerah kalah.
Penamaan ini membawa nilai filosofis sekaligus harapan agar tim-tim asal Bandung yang bertanding di stadion ini selalu memiliki keberanian tinggi untuk memenangkan laga.
Berkat renovasi infrastruktur yang masif (termasuk peningkatan lampu stadion hingga sistem drainase), stadion ini telah mengantongi sertifikasi standar global dan dipercaya menyelenggarakan berbagai turnamen besar:
14 Negara Peserta
FIFA ASEAN Cup 2026 turnamen baru sepak bola resmi bentukan FIFA di Asia akan diikuti 14 negara.
FIFA ASEAN Cup edisi perdana ini dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober mendatang.
FIFA, induk organisasi sepak bola internasional, membagi turnamen ini menjadi dua divisi
Divisi 1 atau Premiere Division akan dihelat di Indonesia sebagai tuan rumah.
Premiere Division terbagi ke dalam dua grup, yakni Grup A dihuni Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura dan Bangladesh.
Bangladesh diundang FIFA untuk menggantikan India yang mundur dari turnamen Akbar di Asian tersebut.
Sedangkan Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Seluruh pertandingan Grup A dan B Premiere Division akan dihelat di Indonesia.
PSSI telah menetapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dan Stadion Jalak Harupat Bandung sebagai venue pertandingan.
Sementara itu, Divisi 2 atau Challenge Division akan dihelat di Hongkong.
Divisi 2 juga terbagi dua grup, namun masing-masing grup hanya terdiri dari tiga negara.
Grup A Divisi 2 dihuni tuan rumah Hongkong, Myanmar, dan Brunei Darussalam.
Sedangkan Grup B terdiri dari Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Format Pertandingan
FIFA ASEAN Cup 2026 adalah turnamen perdana sepak bola resmi FIFA antarnegara di kawasan Asia.
FIFA belum merilis jadwal rinci pertandingan dan waktu kick-off FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup berbeda dengan Piala AFF atau sekarang berganti nama menjadi ASEAN Championship.
Perbedaan utamamya adalah FIFA ASEAN Cup merupakan turnamen resmi FIFA sehingga klub di seluruh dunia wajib melepas pemain andalan yang dipanggil membela tim nasional.
Sedangkan Piala AFF tidak masuk agenda resmi FIFA.
Sesuai regulasi FIFA, klub tidak wajib melepas pemainnya untuk mengikuti turnamen tidak resmi
Karena itulah sederet pemain utama tidak masuk daftar skuad Timnas Indonesia.
Selain itu, hasil pertandingan tim di FIFA ASEAN Cup memengaruhi peringkat FIFA dunia.
Perbedaan lainnya, FIFA ASEAN Cup melibatkan negara peserta dari luar kawasan ASEAN, seperti anggota konfederasi lain atas undangan.
Turnamen baru ini digelar tanpa semifinal. Jadi, pada fase grup Premier Division, juara masing-masing grup langsung melaju ke babak final.
14 Negara Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Pembagian grup FIFA ASEAN Cup 2026
Premier Division
Challenge Division
(Bangkapos.com)