Ratusan Siswa SDN Kauman 07 Batang Sisihkan Uang Saku dan Celengan untuk Korban Gempa NTT
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Suasana haru dan penuh kepedulian tampak jelas di halaman SD Negeri Kauman 07 Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).
Pantauan Tribunjateng di lokasi, terlihat ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berdiri membentuk lingkaran besar untuk mengikuti doa bersama sebelum menggelar aksi penggalangan dana bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang melibatkan sekitar 340 siswa serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Baca juga: Respon Pemprov Jateng soal Ratusan Bus Menuju Jakarta Demi Demo 27 Agustus, "Dieman-eman Wargane"
Setelah doa bersama selesai dipanjatkan, sejumlah siswa membawa kardus bertuliskan penggalangan donasi dan berkeliling di antara barisan teman-temannya.
Satu per satu siswa memasukkan uang yang telah mereka sisihkan.
Tidak sedikit yang rela menyumbangkan hasil tabungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Antusiasme para siswa terlihat tinggi saat berpartisipasi dalam aksi sosial tersebut.
Salah seorang siswi kelas 3, Salwa Hanifah, bahkan menyerahkan celengan miliknya untuk didonasikan kepada korban bencana.
Ia mengaku tidak keberatan menyumbangkan tabungannya sudah lima tahun dari TK yang disisikan setiap harinya Rp 500 - 1000 demi membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Buat bantu korban becana gempa di NTT,” kata Salwa kepada Tribunjateng.
Menurutnya, dana yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan para korban, mulai dari makanan, minuman, obat-obatan hingga tempat tinggal sementara.
Hal serupa dilakukan Hamizan, siswa kelas 3 lainnya.
Dia mengaku menyisihkan tabungannya yang dikumpulkan sejak 2022.
Setiap hari, Hamizan menabung dari sebagian uang jajannya untuk kemudian diberikan kepada korban bencana.
“Yang kena musibah ada banyak yang kesakitan. Buat berobat. Semoga sehat selalu dan diberi kesehatan,” kata Hamizan.
Senada dengan hal itu, Kepala SD Negeri Kauman 07 Batang, Rasokha, mengatakan aksi penggalangan dana tersebut merupakan kegiatan spontan yang digelar setelah rapat dewan guru dan tenaga kependidikan.
Selain membantu korban bencana, kegiatan itu juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Aksi spontan pada pagi hari ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang terkena musibah gempa di Nusa Tenggara Timur. Sekaligus sebagai sarana memberikan pendidikan kepada murid-murid tentang kepedulian kemanusiaan pada sesama sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila yang harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Dukungan pun diberikan karena kegiatan tersebut dinilai memiliki tujuan kemanusiaan yang positif.
“Orang tua, komite dan Korwil mendukung kegiatan ini karena tujuannya mulia, yaitu kepedulian kemanusiaan kepada sesama yang sedang terkena musibah,” ungkapnya.
Setelah seluruh donasi terkumpul, pihak sekolah akan melakukan penghitungan dana yang diperoleh.
Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang pada hari yang sama.
Rasokha menyebut beberapa perwakilan siswa dan dewan guru juga akan diajak untuk menyerahkan bantuan tersebut secara langsung ke PMI Kabupaten Batang.
"Kegiatan penggalangan dana berlangsung tertib dan penuh semangat. Sejak pagi, para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari doa bersama hingga memasukkan donasi ke dalam kardus yang telah disiapkan sekolah," tutupnya. (Ito)