SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Persaingan memperebutkan tempat di skuad Sriwijaya FC untuk menghadapi Liga Nusantara 2026/27 semakin panas.
Sebanyak 30 pemain trial Sriwijaya FC bakal kembali mendapat kesempatan membuktikan kualitasnya dalam laga uji coba menghadapi tim KAI Palembang di Lapangan Panahan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (26/8/2026) sore.
Laga ini menjadi bagian dari proses seleksi lanjutan yang dilakukan jajaran pelatih Laskar Wong Kito.
Analis Sriwijaya FC, Coach Argema, membenarkan agenda uji coba tersebut.
"Ya sore ini kita ada laga uji coba menghadapi tim KAI Palembang yang akan berlangsung di Lapangan Panahan JSC," ungkap Coach Argema kepada Sripoku.com.
Menurutnya, laga tersebut bukan sekadar pertandingan uji coba.
Jajaran pelatih yang dikomandoi Head Coach Sriwijaya FC Oktavianus masih terus memantau perkembangan para pemain yang mengikuti trial.
"Ini trial lanjutan. Coach masih memantau progres pemain trial. Kita belum ada pemangkasan pemain. Kemungkinan pencoretan pemain itu pada Jumat (28/8/2026) nanti," kata Coach Argema.
30 Pemain Berebut Tempat, Hanya Separuh Berpeluang Lolos
Perburuan pemain terbaik untuk memperkuat Sriwijaya FC musim depan kini memasuki fase krusial.
Jelang memasuki September 2026, para pemain trial harus menunjukkan kemampuan terbaik jika tidak ingin tersingkir dari persaingan.
Terlebih, tim pelatih sudah memberikan sinyal kuat bahwa bakal terjadi pemangkasan besar-besaran pada akhir Agustus.
Coach Argema sebelumnya menegaskan, dari sekitar 30 pemain yang saat ini mengikuti trial, jumlah tersebut kemungkinan akan dipangkas hingga 50 persen.
"Akhir bulan ini sudah kita ciutkan, kita pangkas pemainnya. Kita fokus di September. Kemungkinan paling banyak diambil 50 persen dari situ," kata Coach Argema.
Artinya, sekitar separuh pemain trial harus bersiap menerima kenyataan pahit jika gagal meyakinkan tim pelatih.
Setiap kesempatan bermain menjadi sangat penting.
Sistem promosi degradasi masih diterapkan. Pemain yang menunjukkan progres dan performa positif berpeluang bertahan, sementara pemain yang gagal berkembang bisa langsung tersingkir.
Tiga Wajah Baru Ikut Perburuan
Persaingan semakin sengit setelah Sriwijaya FC kembali kedatangan tiga pemain trial anyar.
Ketiganya berasal dari daerah berbeda, yakni Bandung, Jambi, dan Papua.
Head Coach Sriwijaya FC Oktavianus membenarkan adanya tambahan pemain tersebut.
"Ada tiga pemain yang datang. Ada dari Bandung (Jawa Barat), ada dari Papua, dan satu dari Jambi. Sistemnya promosi degradasi masih berlaku," ungkap Oktavianus.
Tiga pemain anyar yang ikut menjalani trial tersebut yakni Rendy Tiyeri, gelandang asal Bandung.
Kemudian Luman Nur Hakim, pemain berposisi bek tengah asal Jambi.
Satu pemain lainnya adalah Aldy Yonsrew Semra, gelandang asal Papua.
Kehadiran ketiganya membuat jumlah pemain yang saat ini bersaing dalam proses trial Sriwijaya FC mencapai 30 pemain.
Namun, jumlah tersebut dipastikan tidak akan bertahan lama.
Sebab, jajaran pelatih sudah menyiapkan tahap pemangkasan sebelum memasuki program latihan Sriwijaya FC pada September mendatang.
Pemain Baru Tak Dijamin Aman
Wapres Sriwijaya FC Mohammad David turut memastikan pintu seleksi masih terbuka.
Pemain-pemain baru masih berpeluang datang untuk mengikuti proses trial.
Namun, kedatangan pemain anyar bukan berarti mereka otomatis mendapatkan tempat di skuad.
Setiap pemain tetap harus membuktikan kemampuan di lapangan.
"Hari ini ada muka-muka baru. Besok akan bertambah lagi. Tapi pemain yang baru datang kita uji coba dulu, kita lihat dulu kelayakannya," kata Mohammad David.
Bahkan, pemain yang belum menunjukkan performa maksimal masih diberikan kesempatan kedua.
"Kita kasih kesempatan uji coba kedua. Tapi kalau tetap performanya turun, tidak menunjukkan positif, terpaksa kita coret," tegasnya.
Dengan demikian, laga menghadapi tim KAI Palembang menjadi kesempatan penting bagi 30 pemain trial Sriwijaya FC.
• 7 Gol dalam 4 Laga, Andik Safarudin Curi Perhatian Sriwijaya FC, Jadi Kandidat Kuat Lolos Trial?
Mereka dituntut tampil maksimal untuk mencuri perhatian Oktavianus dan jajaran tim pelatih.
Sebab, Jumat (28/8/2026) mendatang, pintu pencoretan mulai terbuka dan persaingan menuju skuad utama Sriwijaya FC bakal semakin mengerucut.
Tak ada tempat yang benar-benar aman.
Performa di lapangan menjadi penentu utama siapa yang bertahan dan siapa yang harus angkat kaki dari perburuan skuad Laskar Wong Kito untuk Liga Nusantara 2026/27.