TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan awan penghujan berdasarkan pantauan satelit setiap tiga jam pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pertumbuhan awan tersebut berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Kalbar.
• Agenda Bupati Kubu Raya Rabu 26 Agustus 2026, Monev, Peresmian Jembatan hingga Apel BPBD
Berdasarkan pantauan BMKG Kalimantan Barat, potensi pertumbuhan awan penghujan terjadi di sejumlah wilayah dengan waktu yang berbeda.
Pukul 10.00-13.00 WIB: Bengkayang dan Kapuas Hulu.
Pukul 13.00-16.00 WIB: Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, dan Sintang.
Pukul 16.00-19.00 WIB: Bengkayang, Singkawang, Kubu Raya, Landak, dan Sambas.
Pukul 19.00-22.00 WIB: Ketapang, Kubu Raya, Landak, Sanggau, dan Sekadau.
Pukul 22.00-01.00 WIB: Sekadau dan Sintang.
Meski sejumlah wilayah menunjukkan pertumbuhan awan penghujan, kondisi secara umum di Kalimantan Barat masih cukup kering.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, mengatakan sebagian besar wilayah belum menunjukkan potensi curah hujan yang signifikan.
"Secara umum masih cukup sulit hujan," kata Sutikno.
Kondisi yang masih relatif kering membuat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di wilayah yang masih mengalami kondisi kering.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
"Pantau terus perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG," pungkasnya.
Nama: Sutikno, S.P., M.Ling.
Instansi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Unit kerja: Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Kalimantan Barat
Jabatan: Ahli Madya BMKG Supadio Pontianak; dalam sejumlah publikasi juga disebut Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio.
Sutikno merupakan salah satu pejabat BMKG Supadio yang kerap menjadi narasumber mengenai cuaca, iklim, titik panas (hotspot), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kondisi atmosfer di Kalimantan Barat.
Berdasarkan dokumen BMKG, Sutikno, S.P. pernah tercatat sebagai PMG Muda Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, kemudian dilantik menjadi Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak pada 2017.
Dalam perkembangannya, ia aktif menjalankan fungsi analisis dan penyampaian informasi meteorologi. Situs resmi BMKG Kalimantan Barat juga mencatat Sutikno dalam berbagai kegiatan, termasuk penanganan karhutla, sosialisasi informasi cuaca dan iklim, serta kegiatan operasional BMKG.
Fokus pekerjaan dan keahlian
Beberapa bidang yang sering disampaikan Sutikno antara lain:
Prakiraan dan analisis cuaca Kalimantan Barat
Informasi iklim dan musim kemarau
Pemantauan hotspot/titik panas
Peringatan dini cuaca ekstrem
Analisis potensi karhutla
Kondisi kualitas udara dan dampak asap
Informasi meteorologi untuk keselamatan penerbangan
Pada Agustus 2026, Sutikno menjelaskan bahwa musim kemarau di Kalbar diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering hingga sekitar September 2026, sehingga risiko peningkatan hotspot dan karhutla perlu diwaspadai.
Alamat Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak: Jl. Adi Sucipto Km 17, Kompleks Bandara Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78381.
Kontak: Telepon: (0561) 721-142
WhatsApp: 0811-5711-567
Email: stamet.supadio@bmkg.go.id
Koordinat: sekitar 0,14174° LS, 109,40290° BT
Layanan: 24 jam
Stasiun ini merupakan Stasiun Koordinator Provinsi Kalimantan Barat dan melayani informasi meteorologi penerbangan serta informasi meteorologi untuk publik.(*)