Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Aktivitas belanja masyarakat di Kota Sabang meningkat dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.
Kenaikan permintaan sejumlah bahan pangan ikut mengerek harga komoditas di Pasar Rakyat Sabang, terutama cabai.
Pedagang di Pasar Rakyat Sabang, Rizal, mengatakan peningkatan aktivitas belanja warga mulai terasa dalam dua hari terakhir.
Kebutuhan bahan masakan untuk tradisi Maulid menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan permintaan.
“Daya beli masyarakat dalam dua hari ini meningkat seiring tingginya kebutuhan menyambut bulan Maulid,” ujar Rizal saat ditemui di Pasar Rakyat Sabang, Rabu (26/8/2026).
Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit.
Komoditas tersebut kini dijual Rp 60.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
Harga cabai merah juga naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram.
Sementara cabai hijau naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Baca juga: Ornamen Angka Nol di Tugu KM 0 Sabang Dibongkar, Polisi Pasang Garis Pembatas
Kenaikan juga terjadi pada telur ayam ras yang kini mencapai Rp 55.000 per lempeng, dari sebelumnya Rp 52.000. Kacang tanah naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dari Rp 35.000.
Namun, beberapa komoditas justru tidak mengalami kenaikan. Harga tomat turun dari Rp 20.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram.
Harga bawang merah, bawang putih, kentang, beras dan minyak goreng masih relatif stabil.
Kenaikan harga cabai mulai dirasakan pembeli, termasuk pelaku usaha makanan rumahan yang harus menyesuaikan biaya belanja dengan harga bahan baku.
Yati, salah seorang pembeli di Pasar Rakyat Sabang yang mengelola usaha homemade, mengaku kenaikan harga cabai rawit cukup membebani.
“Kalau tiba-tiba naik tentu kami bingung. Penjualan dagangan kami saat ini sedang sepi, sementara kebutuhan memasak di rumah dan bahan baku usaha justru meningkat,” kata Yati.
Meningkatnya aktivitas belanja pada momentum Maulid ikut menggerakkan transaksi di pasar.
Namun, bagi konsumen dan pelaku usaha kecil, kenaikan harga bahan pangan membuat pengeluaran harus lebih diperhitungkan.
Masyarakat berharap pasokan komoditas tetap tersedia sehingga peningkatan permintaan selama momentum Maulid tidak diikuti kenaikan harga yang lebih tinggi.(*)