Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia kembali menghadapi masalah kabut asap. Pada Selasa 25 Agustus 2026 kemarin, kualitas udara di sekitar 30 wilayah di negara itu tercatat dalam kategori tidak sehat, di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran di negara tetangga, Indonesia.
Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, di bawah Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan, dalam pernyataan yang diunggah di Facebook pada Selasa siang menyebutkan, sebanyak 29 wilayah mencatat Indeks Polutan Udara (API) dalam kategori tidak sehat hingga pukul 14.00.
Dikutip dari Channel News Asia, angka API tertinggi, yakni 182, tercatat di stasiun pemantauan di Markas Kepolisian Distrik Serian, Sarawak. Berikutnya adalah Johan Setia di Selangor dengan angka 173 dan Sri Aman di Sarawak dengan 170.
Dalam skala API Malaysia, angka 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.
Sejumlah wilayah lain juga mencatat kualitas udara yang tidak sehat. Shah Alam berada di angka 162, sementara Kuching mencapai 160.
Di Perak, Tanjung Malim dan Taiping masing-masing mencatat API 157 dan 155. Sementara itu, sebuah stasiun pemantauan di Kuala Lumpur mencatat angka 154.
Di Johor, Segamat, Batu Pahat, dan Tangkak masing-masing mencatat API 152. Selain itu, sebanyak 38 stasiun pemantauan lainnya mencatat kualitas udara dalam kategori sedang.
Sebelumnya pada Selasa, media lokal melaporkan bahwa terdapat 32 wilayah yang mencatat kualitas udara tidak sehat.
Menurut Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, peningkatan jumlah wilayah dengan kualitas udara tidak sehat di sepanjang pantai barat Semenanjung Malaysia serta sejumlah wilayah di Sarawak disebabkan oleh “pergerakan kabut asap dari berbagai arah”.
Departemen tersebut mengutip temuan ASEAN Specialised Meteorological Centre yang berbasis di Singapura. Pada Senin, pusat tersebut mendeteksi 287 titik panas di Kalimantan dan 65 titik panas di Sumatra.
Di Malaysia sendiri, terdapat 11 titik panas yang terdeteksi, yakni delapan di Sarawak, dua di Johor, dan satu di Selangor.
Departemen Lingkungan Hidup Malaysia juga menyebut kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau di Kalimantan Barat dan bergerak ke arah utara menuju wilayah barat Sarawak.
Selain itu, kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat juga terpantau di sejumlah wilayah lain di Kalimantan serta Sumatra bagian tengah dan selatan.