Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkap klaim mengejutkan soal dugaan ancaman Iran terhadap keluarganya.
Netanyahu menyebut salah satu putranya pernah menjadi target upaya pembunuhan yang disebut telah dirahasiakan selama berbulan-bulan.
Netanyahu mengungkap tuduhan tersebut saat membahas ancaman keamanan terhadap keluarganya.
Ia mengatakan Iran disebut berupaya membunuh salah satu dari dua putranya, Yair atau Avner.
Namun, Netanyahu tidak menjelaskan siapa yang menjadi target maupun kapan dugaan upaya tersebut terjadi.
Ia juga tidak mengungkap lokasi dan bagaimana rencana pembunuhan itu disebut akan dilakukan.
Informasi mengenai dugaan ancaman tersebut sebelumnya disebut telah diketahui selama berbulan-bulan.
Setelah Netanyahu mengungkapnya, belum ada informasi lebih rinci mengenai dugaan rencana tersebut.
Reuters melaporkan misi Iran untuk PBB juga belum memberikan tanggapan atas tuduhan yang disampaikan Netanyahu.
Karena minimnya informasi, dugaan upaya pembunuhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Yair Netanyahu diketahui telah menghabiskan cukup banyak waktu di Miami sejak awal 2024.
Ia juga disebut mendapat perlindungan dari Shin Bet selama berada di AS.
Sementara itu, Avner Netanyahu tinggal di Israel dan turut mendapat pengamanan sebagai bagian dari keluarga perdana menteri.
Pada Juli, komite menteri Israel menyetujui perpanjangan perlindungan bagi istri dan kedua putra Netanyahu.
Pengamanan keluarga Netanyahu sebelumnya memang menjadi kontroversi, terutama terkait biaya perlindungan Yair di luar negeri.
Netanyahu kemudian menggunakan dugaan ancaman tersebut untuk menegaskan pentingnya perlindungan bagi keluarganya.
Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan Israel dan Iran setelah konflik yang juga melibatkan AS.
Namun hingga kini, detail dugaan rencana Iran terhadap putra Netanyahu masih terbatas dan belum bisa dipastikan secara independen.